Medan (Humas) Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan melalui siaran Radio Maria Indonesia dengan mengangkat tema “Bunda Maria: Kita Hormati atau Kita Sembah?” pada Kamis (21/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Radio Maria Indonesia, Gedung Catholic Center Lantai 5, Jalan Mataram, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
Kegiatan penyuluhan dipandu oleh Ricardo Simamora, S.Ag., selaku host yang membuka siaran dengan menyapa hangat para pendengar Radio Maria Medan serta mengajak umat untuk semakin memahami ajaran iman Katolik secara benar dan mendalam, khususnya mengenai makna penghormatan kepada Bunda Maria dalam kehidupan Gereja Katolik.
Dalam kegiatan tersebut hadir dua narasumber, yakni Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., dan Demaran Sigiro, S.Fil., yang merupakan Penyuluh Agama Katolik Kota Medan. Keduanya memberikan penjelasan mengenai ajaran Gereja Katolik tentang penghormatan kepada Bunda Maria yang kerap disalahpahami oleh sebagian orang sebagai bentuk penyembahan.
Dalam pemaparannya, Roni Antonius Sitanggang menegaskan bahwa Gereja Katolik membedakan secara jelas antara penghormatan dan penyembahan. Menurutnya, penyembahan atau adoration hanya ditujukan kepada Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, karena Allah adalah sumber keselamatan dan pusat iman umat Kristiani. Sementara itu, penghormatan kepada Bunda Maria diberikan karena Maria dipilih Allah menjadi Bunda Yesus Kristus dan menunjukkan teladan iman yang sempurna dalam menerima kehendak Tuhan.
“Umat Katolik tidak menyembah Maria. Gereja mengajarkan bahwa Maria dihormati karena ketaatan, kesetiaan, dan perannya dalam sejarah keselamatan. Penghormatan kepada Maria justru mengarahkan umat semakin dekat kepada Yesus Kristus,” ujar Roni Antonius Sitanggang.
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi doa dan devosi kepada Bunda Maria, seperti doa Rosario, bukanlah bentuk penyembahan, melainkan sarana permenungan kehidupan Yesus Kristus bersama Maria sebagai ibu yang mendampingi perjalanan iman umat. Menurutnya, Maria selalu menunjuk kepada Kristus dan tidak pernah menggantikan posisi Allah dalam iman Katolik.
Sementara itu, Demaran Sigiro menyampaikan bahwa Bunda Maria merupakan teladan iman, kerendahan hati, dan ketaatan kepada kehendak Allah yang relevan bagi kehidupan umat masa kini, khususnya kaum muda dan keluarga Katolik. Maria, katanya, menunjukkan sikap percaya penuh kepada Tuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan dan penderitaan dalam hidupnya.
“Maria mengajarkan kita untuk tetap setia, rendah hati, dan percaya kepada Tuhan dalam setiap situasi kehidupan. Keteladanan Maria menjadi inspirasi bagi umat untuk hidup dalam kasih, kesederhanaan, dan pengharapan,” kata Demaran Sigiro.
Lebih lanjut, para narasumber berharap melalui siaran rohani tersebut masyarakat dapat memahami ajaran Gereja Katolik secara lebih utuh sehingga tidak muncul lagi kesalahpahaman mengenai devosi kepada Bunda Maria. Penghormatan kepada Maria, menurut mereka, merupakan bagian dari tradisi iman Gereja yang bertujuan membantu umat semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus Kristus.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap umat Katolik semakin memahami ajaran Gereja secara benar mengenai devosi kepada Bunda Maria. Selain memperkuat pemahaman iman, siaran rohani tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat umat untuk semakin dekat kepada Kristus melalui teladan hidup Bunda Maria.

