KUA Medan Amplas Tingkatkan Pemahaman Fikih Ibadah melalui BIMLUH Majelis Taklim Tarbiyah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., terus mengarahkan seluruh penyuluh agama Islam agar aktif melaksanakan bimbingan dan penyuluhan yang memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam, baik dalam aspek aqidah, ibadah, maupun muamalah. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan keagamaan diharapkan terus dilaksanakan secara rutin dan menyentuh kebutuhan umat.

“Penyuluh agama harus mampu hadir memberikan edukasi dan pembinaan yang bermanfaat bagi masyarakat agar pemahaman keagamaan umat semakin baik,” ujarnya.

Sebagai implementasi dari arahan tersebut, pada Jumat (22/5/2026), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (BIMLUH) bersama Majelis Taklim Tarbiyah.

Dalam tausyiahnya, Dr. Syarto menyampaikan materi fikih ibadah pada pembahasan Bab Thaharah dengan tema “Air yang Suci tetapi Tidak Mensucikan.” Materi tersebut membahas jenis-jenis air dalam kajian fikih, khususnya mengenai air musta’mal.

Dalam penjelasannya, ia menerangkan bahwa air musta’mal adalah air sisa atau bekas basuhan yang digunakan untuk bersuci wajib, baik dalam wudhu maupun mandi wajib, sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk mengangkat hadas.

Namun demikian, ia juga menjelaskan bahwa air bekas basuhan sunnah, seperti basuhan kedua dan ketiga dalam wudhu, menurut sebagian ulama masih diperbolehkan untuk digunakan karena tidak termasuk kategori yang menghilangkan kesucian air secara mutlak.

“Pemahaman tentang thaharah sangat penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah seorang muslim, khususnya salat,” jelasnya di hadapan jamaah.

Kegiatan BIMLUH tersebut dihadiri oleh pengurus majelis taklim dan puluhan jamaah dari lingkungan sekitar masjid. Meski dalam kondisi listrik padam, para jamaah tetap antusias mengikuti penyampaian materi hingga akhir kegiatan.

Suasana pembinaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pembelajaran fikih ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan salat Isya berjamaah.

Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami dasar-dasar fikih ibadah serta mampu mengamalkan ajaran Islam secara benar dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *