KUA Medan Amplas Ajak Masyarakat Maksimalkan Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., terus mengarahkan seluruh penyuluh agama Islam agar aktif memberikan bimbingan dan penyuluhan yang berdampak positif di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membina umat melalui kegiatan dakwah dan edukasi keagamaan yang mampu meningkatkan kualitas ibadah, pemahaman agama, serta akhlak masyarakat.

“Penyuluh agama harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan dan membimbing umat agar memanfaatkan momentum-momentum mulia dalam Islam untuk meningkatkan ketakwaan,” ujarnya.

Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (BIMLUH) bersama Majelis Taklim Nurul Iman pada Jumat (22/5/2026).

Dalam tausyiahnya, Dr. Syarto menyampaikan materi bertema “Kecerdasan Memanfaatkan Momentum Bulan Mulia dan Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah.” Ia menjelaskan bahwa setiap muslim harus memiliki kecerdasan spiritual dalam memanfaatkan waktu-waktu utama yang dimuliakan Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh.

Ia menegaskan bahwa amal ibadah, khususnya salat dan berbagai amal kebajikan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan lebih utama daripada jihad fi sabilillah, kecuali jihad yang dilakukan dengan pengorbanan total jiwa dan harta.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36, “Fala tazlimu fihinna anfusakum” yang berarti “maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar menjaga diri dari perbuatan dosa, memperbanyak amal kebaikan, serta memanfaatkan bulan-bulan mulia sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

“Momentum bulan-bulan mulia hendaknya dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya di hadapan jamaah.

Dalam tausyiah tersebut, Dr. Syarto juga mengingatkan jamaah untuk melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar sebagai amalan sunnah yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Kegiatan BIMLUH tersebut dihadiri oleh pengurus majelis taklim dan masjid, di antaranya H. Waizul Qarni, M.A., serta puluhan jamaah dari lingkungan sekitar yang tampak antusias mengikuti tausyiah hingga akhir acara.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan salat Isya berjamaah.

Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memanfaatkan momentum bulan-bulan mulia dalam Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *