Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi tentang makna kurban dalam ajaran Gereja Katolik setelah ibadah Rosario yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 20.00 WIB di rumah Ny. Pakpahan br. Sihombing, Perumahan Asoka Raya Residence, Jalan Asoka Raya Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh umat lingkungan yang mengikuti pendalaman iman dengan penuh antusias dan kebersamaan.
Dalam pemaparannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa makna kurban dalam Gereja Katolik tidak hanya dipahami sebagai pemberian secara lahiriah, tetapi lebih dalam sebagai bentuk penyerahan diri dan ketaatan kepada kehendak Tuhan. Materi pendalaman iman ini mengambil sumber bacaan dari Kitab Kejadian 22:1–19 tentang kisah Abraham yang dengan taat bersedia mempersembahkan Ishak sebagai tanda iman dan kesetiaannya kepada Allah.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kisah Abraham menjadi teladan bagi umat beriman untuk memiliki hati yang rela berkorban demi kebaikan, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan. Dalam ajaran Gereja Katolik, kurban juga mencapai puncaknya dalam pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib demi keselamatan umat manusia. Oleh karena itu, umat Katolik diajak untuk menghadirkan semangat pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, pelayanan, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada kesempatan tersebut, makna kurban juga dihubungkan dengan perayaan Hari Raya Kurban yang dirayakan oleh umat Islam. Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Tuhan menjadi nilai bersama yang dapat mempererat persaudaraan antarumat beragama. Melalui pemahaman tersebut, umat diajak untuk saling menghormati serta membangun kehidupan yang rukun dan damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan pendalaman iman berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Umat yang hadir turut aktif dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman hidup mengenai pengorbanan dalam keluarga maupun kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini diharapkan umat semakin memahami makna kurban secara mendalam dan mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman kepada Tuhan dan cinta kasih kepada sesama.(RAS/PAI).

