Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui para Penyuluh Agama Islam terus menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya di masjid, majelis taklim, maupun lembaga pendidikan, pembinaan spiritual juga dilakukan kepada pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebagai bentuk penguatan iman dan pendampingan rohani.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang mendorong seluruh penyuluh agama agar aktif memberikan bimbingan dan pembinaan yang berdampak nyata di tengah masyarakat, termasuk kepada mereka yang sedang menghadapi ujian sakit.
“Penyuluh agama harus hadir memberikan ketenangan, penguatan iman, dan motivasi kepada masyarakat agar tetap dekat kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang menyejukkan dan memberi harapan,” ujarnya.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Harun Ar-Rasyid dan Hj. Nurbaiti, S.Ag., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mengunjungi sejumlah pasien yang berada di ruang Intensive Care Unit (ICU) maupun ruang perawatan di lantai dua. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pasien dan keluarga yang sedang mendampingi.
Selain memberikan doa dan dukungan moril, para penyuluh juga menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, dan sikap tawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi ujian kehidupan.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengingatkan bahwa sakit bukan hanya cobaan, tetapi juga dapat menjadi sarana penghapus dosa dan peningkatan derajat seseorang di sisi Allah SWT apabila dihadapi dengan kesabaran dan keimanan yang kuat.
“Setiap ujian yang diberikan Allah SWT pasti mengandung hikmah. Sakit bukanlah akhir dari segalanya, tetapi dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak doa, dan memperkuat keyakinan bahwa setiap penyakit juga memiliki jalan kesembuhannya,” ujar H. Harun Ar-Rasyid saat memberikan motivasi kepada salah seorang pasien.
Sementara itu, Hj. Nurbaiti mengajak para pasien untuk tetap menjaga kewajiban ibadah, khususnya salat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimiliki.
“Dalam kondisi apa pun, seorang muslim tetap memiliki kesempatan untuk beribadah sesuai kemampuannya. Salat adalah sumber kekuatan spiritual yang dapat memberikan ketenangan hati dan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa-masa sulit,” tuturnya.
Suasana haru dan penuh kehangatan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah keluarga pasien mengaku merasa terbantu dengan kehadiran penyuluh agama yang memberikan dukungan spiritual di tengah situasi yang mereka hadapi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesembuhan para pasien, kesehatan para tenaga medis, serta kemudahan bagi seluruh keluarga yang mendampingi proses perawatan.
Melalui kegiatan pendampingan spiritual ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran penyuluh agama sebagai mitra umat dalam memberikan bimbingan, penguatan iman, dan motivasi keagamaan. Kehadiran penyuluh di rumah sakit juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Ketika seseorang sedang sakit, yang dibutuhkan bukan hanya pengobatan secara medis, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Karena itu, penyuluh agama hadir untuk memberikan semangat, harapan, dan ketenangan agar pasien semakin kuat menjalani proses kesembuhan,” tutup H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan.

