Kasih Kristus Menjadi Dasar Pola Hidup Sehat, Pesan Penyuluh KUA Medan Sunggal di Rehabilitasi Medan Plus

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Mahala Tarigan, bersama Penyuluh Agama Kristen Kota Medan Borong Sitepu, Sedra Tarigan, dan Maulina Manik menyampaikan pembinaan kerohanian kepada para peserta rehabilitasi di Rehabilitasi Medan Plus yang beralamat di Jalan Jamin Ginting Pasar VII Nomor 45 Medan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya membangun pola hidup sehat yang berlandaskan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali oleh Mahla Tarigan yang menjelaskan bahwa pola hidup sehat dalam kasih Kristus bukan hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan rohani, mental, dan sosial. Menurutnya, kasih Kristus menjadi dasar dalam membangun hubungan yang baik dengan Tuhan maupun sesama manusia. “Pola hidup sehat dalam kasih Kristus adalah gaya hidup yang berlandaskan teladan Yesus Kristus, mencakup keseimbangan hidup yang utuh, baik jasmani maupun rohani, serta diwujudkan melalui kasih tanpa syarat kepada sesama,” ujar Mahala Tarigan.

Lebih lanjut, Mahla Tarigan mengutip 1 Korintus 6:19-20 tentang tubuh sebagai bait Roh Kudus. Ia mengajak para peserta rehabilitasi untuk menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan yang baik, istirahat yang cukup, dan aktivitas yang bermanfaat sebagai bentuk syukur kepada Tuhan. Menurutnya, menjaga kesehatan fisik merupakan bagian dari tanggung jawab iman karena tubuh adalah anugerah yang dipercayakan Tuhan kepada setiap orang percaya.

Pada sesi berikutnya, Borong Sitepu menyampaikan firman Tuhan tentang kasih yang tanpa pamrih (agape) serta pentingnya membangun relasi yang sehat berdasarkan Efesus 4:15. Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk hidup dalam kasih, saling menguatkan, mengampuni, dan membangun komunikasi yang membawa damai. “Kasih Kristus mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan orang lain, berkata benar dalam kasih, dan menjadi pribadi yang membawa pengharapan bagi sesama,” ungkap Borong Sitepu.

Sementara itu, Sedra Tarigan menyampaikan materi mengenai penguasaan diri berdasarkan Galatia 5:22-23. Ia menjelaskan bahwa buah Roh, termasuk kasih dan penguasaan diri, sangat penting dalam proses pemulihan diri. Dengan menjadikan kasih Kristus sebagai pengendali kehidupan, seseorang akan lebih mampu mengendalikan emosi, keinginan, dan kebiasaan yang dapat merusak kesehatan mental maupun spiritual. “Penguasaan diri yang lahir dari kasih Kristus akan menuntun kita untuk hidup lebih bijaksana dan menjauhi hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Maulina Manik serta puji-pujian rohani yang diikuti seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, para penyuluh berharap peserta rehabilitasi semakin memahami bahwa kasih Kristus merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang sehat, produktif, dan penuh pengharapan. Pola hidup sehat yang berakar pada kasih Kristus akan membentuk pribadi yang mampu menjaga kesehatan jasmani, bertumbuh secara rohani, membangun relasi yang baik dengan sesama, serta memiliki penguasaan diri yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(MT/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *