RRI Pro 4 FM Hadirkan Penyuluh KUA Medan Sunggal Bahas Tanda-Tanda Haji Mabrur

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., mengisi rekaman siaran di RRI Pro 4 FM Medan dalam program Mutiara Sore yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Km 5,5 Nomor 214 Medan, Kamis (4/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Paidi menyampaikan materi tentang tanda-tanda haji mabrur sebagai bekal pemahaman bagi masyarakat, khususnya para jamaah haji dan keluarga yang menantikan kepulangan mereka dari Tanah Suci.

Menurut Paidi, tanda utama haji mabrur dapat dilihat dari perubahan perilaku seseorang setelah menunaikan ibadah haji. Seseorang yang memperoleh haji mabrur akan menjadi lebih baik akhlaknya, lebih taat beribadah, serta semakin peduli terhadap sesama.

Perubahan positif tersebut merupakan buah dari perjalanan spiritual yang dijalani selama berada di Tanah Suci.
“Tanda utama haji mabrur itu terlihat dari perubahan perilaku menjadi lebih baik, lebih taat beribadah, dan semakin peduli terhadap sesama,” ujar Paidi. Ia menambahkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan ciri-ciri haji mabrur dengan santun dalam bertutur kata, menebarkan kedamaian, serta gemar memberi makan dan bersedekah kepada orang lain.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan beberapa tanda yang melekat pada seseorang yang mendapatkan haji mabrur. Pertama, akhlaknya semakin baik, menjadi lebih sabar, lebih lembut kepada keluarga maupun masyarakat, serta mampu menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain. Kedua, semakin dermawan dan suka menolong, rajin bersedekah, serta peduli terhadap mereka yang membutuhkan bantuan.

Tanda berikutnya adalah semakin istiqamah dalam melakukan kebaikan. Jamaah yang memperoleh haji mabrur akan berusaha mempertahankan kebiasaan ibadah yang telah dibangun selama di Tanah Suci, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak amal saleh. Selain itu, mereka juga menjadi lebih zuhud terhadap urusan dunia dengan mengutamakan bekal akhirat serta menjauhi perbuatan maksiat.

Sebagai penguat, Paidi mengutip hadis riwayat Bukhari Nomor 1773 dan Muslim Nomor 1349 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” Hadis ini menunjukkan betapa agungnya nilai ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT dan menjadi motivasi bagi setiap jamaah untuk menjaga kemabruran hajinya sepanjang hayat.

Haji mabrur tidak hanya ditandai dengan selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi lebih terlihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat. Akhlak yang semakin baik, kepedulian sosial yang tinggi, istiqamah dalam beribadah, serta orientasi hidup yang lebih mengutamakan akhirat merupakan bukti nyata kemabruran haji yang diharapkan menjadi bekal menuju ridha Allah SWT dan surga-Nya.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *