Penyuluh Agama Kemenag Medan Bekali Jamaah dengan Pemahaman tentang Tiga Penyebab Ditolaknya Doa

Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim Babul Amaliyah, Sabtu (6/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Abdullah Hakim menyampaikan materi berjudul “Tiga Penyebab Ditolaknya Doa” . Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Namun demikian, terdapat sejumlah hal yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa di antara penyebab ditolaknya doa adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, melakukan kemaksiatan tanpa disertai taubat, serta kurangnya keyakinan dan kesungguhan ketika berdoa.

“Doa merupakan bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Karena itu, selain memperbanyak doa, kita juga harus memperhatikan apa yang kita konsumsi, menjaga perilaku sehari-hari, serta menghadirkan keyakinan yang kuat kepada Allah ketika memohon sesuatu. Jangan sampai ada penghalang yang menyebabkan doa kita tidak dikabulkan,” ujar Abdullah Hakim.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan menjaga kehalalan rezeki sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ketika seseorang berusaha memperbaiki diri, menjaga kehalalan rezeki, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama, maka ia sedang membuka jalan agar doa-doanya lebih mudah diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” tambahnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para jamaah mengikuti materi dengan seksama serta aktif berdialog mengenai berbagai persoalan keagamaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman keagamaan masyarakat semakin meningkat sehingga nilai-nilai ajaran Islam dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *