Muhasabah Menuju Jalan Taqwa, Penyuluh KUA Medan Sunggal Sampaikan Dakwah di Masjid Safinatussalamah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Safinatussalamah yang beralamat di Kantor Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto Nomor 180 Medan, Jumat (12/06/2026). Salat Jumat tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto, Ketua BKM Masjid Safinatussalamah DM Muhammad Saputra, Bendahara Masjid Muhammad Hanafi, pegawai Bulog, serta jamaah dari Sucofindo dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara.

Dalam khutbahnya, Paidi mengawali penyampaian dengan membacakan QS. Al-Hasyr ayat 18 yang berisi perintah kepada orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah SWT dan memperhatikan bekal yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat. Menurutnya, ayat tersebut sangat relevan dijadikan renungan menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri.
“Allah SWT memerintahkan setiap hamba-Nya untuk senantiasa bertakwa dan memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni kehidupan akhirat. Karena itu, pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi momen evaluasi diri agar kita semakin dekat kepada Allah SWT,” ujar Paidi dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa terdapat tiga langkah penting menuju jalan takwa. Pertama, mengevaluasi ibadah dan dosa dengan menghitung serta merenungkan amal perbuatan selama setahun terakhir, khususnya kualitas salat yang telah dikerjakan.

Kedua, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) melalui sikap saling memaafkan, menjaga silaturahmi, serta menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain. Ketiga, membuat resolusi menuju takwa dengan menetapkan target ibadah yang jelas dan terukur.
“Buatlah target kebaikan yang konkret, seperti menghatamkan Al-Qur’an, bersedekah setiap bulan, membantu orang tua, memakmurkan masjid, mendukung pondok pesantren, dan istiqamah melaksanakan salat di awal waktu. Dengan demikian, tahun yang akan datang menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya,” tambahnya.

Di akhir khutbah, Paidi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan muhasabah sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia berharap setiap Muslim mampu memperbaiki kualitas ibadah, mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan amal saleh sehingga dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan semangat perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan diridhai Allah SWT.

Muhasabah menjelang pergantian tahun Hijriah merupakan momentum penting bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta menyusun target ibadah yang lebih baik. Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan lahir pribadi yang semakin bertakwa dan mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan syariat Islam.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *