PAI KUA Medan Denai Bahas Lima Macam Sujud, Tingkatkan Pemahaman Fikih Jamaah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Safari Subuh di Masjid Jihad, Jalan Jermal VII Ujung, Komplek Graha Jermal, Kecamatan Medan Denai, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Safari Subuh diawali dengan pelaksanaan Salat Subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jihad, Miftah, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat syiar Islam dan menambah wawasan keagamaan masyarakat.

Ceramah agama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan mengangkat tema “Lima Macam Sujud yang Dianjurkan dalam Islam.” Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan berbagai bentuk sujud yang dikenal dalam fikih Islam, yaitu sujud tilawah, sujud syukur, sujud sahwi, sujud sebagai rukun dalam salat, serta meluruskan pemahaman mengenai amalan mencium Hajar Aswad yang kerap disalahartikan sebagai bentuk sujud.

Khoiruz Zaman menerangkan bahwa sujud tilawah dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajdah dalam Al-Qur’an, sedangkan sujud syukur merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diterima atau karena terhindar dari musibah. Adapun sujud sahwi disyariatkan untuk menutupi kekurangan dalam salat akibat lupa, sementara sujud dalam salat merupakan rukun yang wajib dilaksanakan pada setiap rakaat.

Ia juga meluruskan pemahaman mengenai Hajar Aswad di Masjidil Haram. Menurutnya, syariat Islam menganjurkan umat untuk mencium atau mengusap Hajar Aswad apabila memungkinkan, namun bukan bersujud kepadanya.

“Setiap bentuk sujud memiliki dasar hukum, tata cara, dan hikmah yang berbeda. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami ketentuannya agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Rasulullah SAW,” ujar Khoiruz Zaman.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Jamaah diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar persoalan fikih yang sering dijumpai dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi.

Salah seorang jamaah, Zulham, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan mudah dipahami dan memberikan pemahaman baru mengenai praktik ibadah.

“Materinya sangat bermanfaat dan penyampaiannya mudah dipahami. Banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui menjadi lebih jelas, khususnya tentang macam-macam sujud dalam Islam,” ungkap Zulham.

Kegiatan Safari Subuh ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, Syaiful Akhyar, S.H.I. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu agama.

Melalui kegiatan Safari Subuh ini, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman umat terhadap ajaran Islam serta memperkuat pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *