PLO KUA Medan Amplas Pimpin Dzikir dan Doa Keselamatan untuk Bangsa di UMN Alwashliyah

Medan (Humas) — Arahan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak di tengah masyarakat terus diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Implementasi arahan tersebut terlihat pada Senin (14/9/2026), ketika PLO KUA Kecamatan Medan Amplas, Ustadz Muhyiddin Nasution, S.Pd., menghadiri kegiatan “Dzikir dan Doa Keselamatan untuk Bangsa” yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Alwashliyah di UMN Alwashliyah Medan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Medan Amplas untuk terus hadir dalam kegiatan yang memiliki nilai pembinaan spiritual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kehidupan masyarakat dan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Muhyiddin Nasution mendapat amanah untuk memimpin rangkaian dzikir yang diikuti oleh para peserta. Dengan suasana yang khusyuk, peserta bersama-sama melantunkan dzikir dan memanjatkan doa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta kebaikan bagi bangsa dan masyarakat.

Dzikir dan doa bersama tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa berbagai persoalan kehidupan perlu dihadapi dengan kekuatan spiritual yang disertai ikhtiar nyata. Melalui dzikir, umat Islam diajak untuk senantiasa mengingat Allah, memohon pertolongan-Nya, serta menyerahkan berbagai persoalan kepada-Nya dengan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

“Dzikir dan doa bersama seperti ini menjadi ruang untuk menguatkan hati sekaligus mengingatkan kita bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, doa dan ikhtiar harus berjalan bersama. Kita memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala, tetapi pada saat yang sama kita juga harus terus berbuat dan mengambil bagian dalam menjaga kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Muhyiddin.

Kegiatan tersebut juga memiliki dimensi sosial karena dilaksanakan secara bersama-sama dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan. Dzikir dan doa menjadi sarana mempererat ukhuwah, membangun kepedulian, serta menyatukan harapan agar kehidupan masyarakat dan bangsa senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, dan penuh keberkahan.

Doa keselamatan untuk bangsa pada hakikatnya bukanlah pengganti ikhtiar, melainkan bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, harapan yang dipanjatkan dalam doa diharapkan dapat diikuti dengan upaya nyata seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, kedamaian, ketertiban, serta kemaslahatan bersama.

“Yang kita panjatkan hari ini bukan hanya doa untuk keselamatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua agar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *