Evaluasi Pembelajaran Majelis Taklim, Penyuluh Agama Medan Perjuangan Perkuat Pemahaman Keagamaan Jamaah

Medan (Humas) — Upaya meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Perjuangan, M. Affan Sihite, kepada jamaah Majelis Taklim Hidayatul Ihsaniyah di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dirangkaikan dengan evaluasi materi silabus semester I yang telah dipelajari oleh jamaah selama beberapa bulan terakhir. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sekaligus memperkuat penguasaan materi keagamaan yang telah disampaikan.

Menurut M. Affan Sihite, evaluasi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran karena dapat menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah diajarkan dipahami dan mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang paling baik atau siapa yang paling kurang, tetapi untuk melihat sejauh mana ilmu yang telah dipelajari dapat dipahami dan diamalkan. Yang terpenting adalah bagaimana materi yang telah disampaikan mampu meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, dan pemahaman keagamaan para jamaah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembelajaran agama tidak cukup hanya dengan mendengar atau mencatat materi, tetapi perlu adanya penguatan melalui evaluasi, diskusi, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat.

“Belajar agama merupakan proses yang berkelanjutan. Ketika ilmu yang dipelajari terus diulang, dipahami, dan diamalkan, maka nilai-nilai agama akan semakin melekat dalam diri seseorang dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Affan juga memberikan motivasi kepada jamaah agar terus menjaga semangat menuntut ilmu. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran strategis sebagai sarana pembinaan umat, peningkatan literasi keagamaan, sekaligus wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Menuntut ilmu agama tidak mengenal usia. Semangat ibu-ibu dalam mengikuti pembelajaran ini menjadi teladan bahwa belajar agama adalah kebutuhan sepanjang hayat. Dengan ilmu, seseorang akan lebih mudah memahami kewajibannya kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia,” tambahnya.

Kegiatan evaluasi berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Para jamaah tampak aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengulas kembali materi-materi yang telah dipelajari selama semester pertama. Suasana kekeluargaan yang terjalin membuat proses evaluasi berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Salah seorang jamaah mengaku senang dengan metode pembelajaran yang disertai evaluasi karena membantu mereka mengingat kembali materi yang telah dipelajari serta mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperdalam.

Melalui kegiatan evaluasi pembelajaran ini, KUA Kecamatan Medan Perjuangan berharap pemahaman keagamaan jamaah semakin meningkat dan mampu menjadi bekal dalam membangun keluarga yang harmonis, memperkuat kehidupan beragama, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *