Medan (Humas) — Suasana meriah dan penuh kegembiraan mewarnai pelaksanaan Pentas Seni Arena Gembira yang dirangkai dengan wisuda dan pelepasan santri RA Fatimaturridha di Balai Diklat Pertanian, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas yang telah diasah selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi momentum pelepasan sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Acara yang dihadiri oleh orang tua santri, tenaga pendidik, dan sejumlah tamu undangan itu berlangsung semarak dengan berbagai penampilan seni yang ditampilkan para santri. Mulai dari hafalan surah pendek, penampilan tari, nasyid, hingga pertunjukan edukatif lainnya yang menunjukkan kemampuan dan perkembangan anak selama mengikuti pendidikan di Raudhatul Athfal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, Yose Rizal, yang memberikan apresiasi kepada pihak madrasah atas komitmennya dalam membina dan mengembangkan potensi peserta didik sejak usia dini.
Menurut Yose Rizal, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk fondasi karakter, kepribadian, dan kecerdasan anak. Karena itu, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai agama, akhlak mulia, kedisiplinan, serta keterampilan sosial.
“Pentas seni dan wisuda ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi menjadi bukti bahwa proses pendidikan di RA telah berjalan dengan baik dalam mengembangkan bakat, kreativitas, serta karakter anak. Pendidikan usia dini merupakan pondasi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki rasa percaya diri,” ujar Yose Rizal.
Ia menambahkan bahwa ruang-ruang kreativitas seperti pentas seni sangat penting untuk membangun keberanian anak tampil di depan umum, melatih kemampuan berkomunikasi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki sejak dini.
“Setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Tugas pendidik dan orang tua adalah memberikan ruang yang positif agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal. Ketika anak diberikan kesempatan untuk tampil dan berekspresi, maka rasa percaya diri dan kemampuan sosialnya akan tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Yose Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah bersinergi mendampingi proses pendidikan anak selama berada di RA Fatimaturridha. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara madrasah, keluarga, dan lingkungan.
“Keberhasilan anak-anak hari ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Kami berharap nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kemandirian, dan kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama di RA dapat terus dijaga dan dikembangkan pada jenjang pendidikan berikutnya,” tambahnya.
Prosesi wisuda dan pelepasan santri berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para orang tua tampak antusias menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan dan mengikuti rangkaian acara. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas perjalanan belajar yang telah dilalui para santri selama menempuh pendidikan di RA Fatimaturridha.
Berbagai penampilan seni yang ditampilkan para santri juga mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Kreativitas, keberanian, dan keceriaan anak-anak menjadi gambaran keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan.
Melalui kegiatan Pentas Seni Arena Gembira, wisuda, dan pelepasan santri ini, diharapkan para peserta didik semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi. Selain itu, nilai-nilai karakter, kreativitas, kemandirian, serta kecintaan terhadap ajaran agama yang telah ditanamkan sejak usia dini dapat terus berkembang sebagai bekal dalam meraih masa depan yang gemilang.

