Medan (Humas) — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di Majelis Taklim Masjid Al Mukhlisin, Gang Sehati, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga menjelang Ashar itu diikuti jamaah majelis taklim dan masyarakat sekitar dengan penuh khidmat. Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah.
Dalam penyampaiannya, penyuluh agama menegaskan bahwa pergantian tahun dalam kalender Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka atau penanda waktu, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui selama setahun terakhir.
“Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi momen untuk bermuhasabah. Kita perlu mengevaluasi diri, menghitung kembali amal yang telah dilakukan, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat tekad untuk menjadi hamba yang lebih taat kepada Allah SWT. Jangan sampai usia terus bertambah, tetapi kualitas ibadah dan amal saleh kita tidak mengalami peningkatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan diri sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, kesempatan hidup yang masih diberikan Allah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri sebelum datang masa yang tidak dapat ditunda, yaitu kematian.
“Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada jalan yang benar. Karena itu, jangan pernah menunda taubat. Selama kesempatan masih ada, mari kita perbanyak istighfar, memperbaiki ibadah, menjaga lisan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kepedulian sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan semangat hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah, menurutnya, bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama.
“Makna hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan, dan dari perpecahan menuju persaudaraan. Inilah semangat yang perlu kita hidupkan dalam menyambut Tahun Baru Islam,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dari para jamaah. Mereka tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan menyimak pesan-pesan keagamaan yang sarat dengan nilai refleksi serta motivasi untuk memperbaiki diri.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan semangat muhasabah, taubat, dan peningkatan kualitas ibadah semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, peringatan Tahun Baru Hijriah tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga nilai-nilai Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi landasan dalam membangun keluarga serta lingkungan yang lebih baik.

