Tausiah Subuh tentang Muharram Perkuat Semangat Muhasabah Jamaah di Medan Barat

Medan (Humas) — Pembinaan keagamaan yang hadir langsung di tengah masyarakat terus menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan jamaah, pesan-pesan keagamaan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong lahirnya perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan tausiah subuh yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, di Musholla Al Mukhlisin pada Selasa (16/6/2026). Mengangkat tema “Muharram Bulan Muhasabah Diri”, kegiatan ini mengajak jamaah untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri.

Dalam tausiahnya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT dan memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui.

Ia menegaskan bahwa pergantian tahun hijriah seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan hubungan sosial.

“Muharram adalah bulan muhasabah diri. Di bulan yang mulia ini, setiap Muslim hendaknya melihat kembali perjalanan hidupnya, mengevaluasi amal yang telah dilakukan, kemudian bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada hari-hari yang akan datang,” ujar H. Abdullah Hakim.

Menurutnya, kebiasaan melakukan muhasabah akan membantu seseorang menyadari kekurangan yang masih perlu diperbaiki sekaligus mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa semangat hijrah yang menjadi ruh Tahun Baru Islam harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik.

“Makna hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang diridhai Allah SWT. Karena itu, Muharram harus menjadi titik awal untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah kita,” tambahnya.

Melalui tausiah subuh tersebut, jamaah tidak hanya memperoleh pemahaman tentang keutamaan bulan Muharram, tetapi juga dorongan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan umat di tingkat akar rumput diharapkan terus menumbuhkan kesadaran beragama yang lebih kuat, sekaligus mempererat hubungan antara nilai-nilai keislaman dengan realitas kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pembinaan keagamaan yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, melalui penguatan spiritual, peningkatan pemahaman agama, dan penanaman semangat perbaikan diri yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *