Pelayanan Rohani di Balik Jeruji, Hadirkan Pengharapan dan Ruang Perubahan Hidup bagi Tahanan

Medan (Humas) — Upaya menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak di tengah masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai bentuk pembinaan spiritual, termasuk bagi warga binaan dan tahanan. Sejalan dengan penguatan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat, Penyuluh Agama Kristen melaksanakan kegiatan bimbingan rohani (bimroh) bagi para tahanan di Polda Sumatera Utara pada Sabtu (20/06/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Pengharapan yang Tidak Terpenjara” dengan dasar firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 16:25-26, yang menekankan bahwa iman dan pengharapan tetap dapat hidup sekalipun seseorang berada dalam keterbatasan dan tekanan situasi.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ibadah, pembacaan firman Tuhan, serta doa syafaat. Firman Tuhan dibacakan oleh Amin Murni Zebua, dilanjutkan doa syafaat oleh Hernawati Ginting, S.Th, serta pelayanan bersama oleh tim penyuluh yang terdiri dari Otomosi Zebua, S.Th, Maruli Siburian, S.Th, Loliza Berutu, Fitri Berutu, dan Sri Surbakti.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Otomosi Zebua menegaskan bahwa pelayanan rohani menjadi ruang penting untuk menumbuhkan harapan dan membuka jalan perubahan hidup bagi setiap individu. Ia menjelaskan bahwa setiap pertemuan dalam pelayanan ini merupakan bentuk kehadiran kasih dan penguatan iman yang diharapkan dapat menyentuh hati para peserta untuk kembali bangkit dan memperbaiki diri.

“Kami datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menghadirkan pengharapan bahwa di dalam Tuhan selalu ada jalan pemulihan. Sekalipun seseorang berada dalam keterbatasan dan situasi sulit, firman Tuhan tetap memberi kekuatan dan membuka jalan baru untuk perubahan hidup yang lebih baik,” ujar Otomosi Zebua.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pembinaan rohani ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi diri bagi para tahanan untuk memperbaiki kehidupan, menata masa depan, serta kembali menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual para peserta sehingga nilai-nilai kebaikan, pertobatan, dan harapan baru dapat terus tumbuh sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *