Medan (Humas) — Komitmen memperkuat ketahanan keluarga dan menyiapkan generasi muda yang siap memasuki kehidupan berumah tangga terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang edukatif dan aplikatif. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Polonia di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberikan edukasi pra-nikah kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, agar memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan. Tidak hanya membahas aspek hukum dan administrasi pernikahan, BRUN juga memberikan pemahaman mengenai kesiapan mental, spiritual, emosional, dan sosial dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan serius dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi pasangan muda dalam kehidupan rumah tangga. Berbagai isu aktual, seperti komunikasi dalam keluarga, pengelolaan konflik, kesiapan ekonomi, hingga tantangan rumah tangga di era digital menjadi topik yang menarik perhatian peserta.
Ketua Pelaksana, Nurasiah Harahap, S.Ag., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa BRUN merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya kesiapan menikah dan membangun keluarga yang sehat.
“Bimbingan Remaja Usia Nikah ini merupakan salah satu upaya pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman yang utuh tentang pernikahan, baik dari aspek psikologis, spiritual, maupun sosial. Harapannya, para mahasiswa mampu mempersiapkan diri dengan baik sehingga kelak dapat membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurasiah menegaskan bahwa tingginya dinamika kehidupan saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki kesiapan yang lebih komprehensif sebelum menikah. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang dapat diminimalkan apabila pasangan memiliki pemahaman yang baik mengenai hak, kewajiban, komunikasi, serta tanggung jawab dalam keluarga.
“Pernikahan bukan hanya kesiapan usia, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan komitmen. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan proses persiapan yang matang agar mampu melahirkan keluarga yang kuat, harmonis, dan menjadi tempat tumbuhnya generasi berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam UISU Medan, Abu Bakar, S.H.I., M.A., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan pra-nikah merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
“Kami menyambut baik kegiatan BRUN ini karena memberikan bekal yang sangat penting bagi mahasiswa. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga membangun peradaban melalui keluarga. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ungkap Abu Bakar.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu M. Dahri Pohan, S.Sy., M.Ag., selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Polonia, dan H. Fahry Isnomo, M.A., Penghulu Kecamatan Medan Polonia. Keduanya menyampaikan materi mengenai konsep keluarga sakinah, pentingnya kesiapan menikah, hak dan kewajiban suami istri, serta strategi membangun ketahanan keluarga di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, M. Dahri Pohan dalam pemaparannya menekankan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai tujuan pernikahan akan membantu pasangan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
“Generasi muda perlu memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan visi, tanggung jawab, dan komitmen untuk membangun keluarga yang diridhai Allah SWT. Karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” jelasnya.
Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait persiapan menikah, membangun komunikasi yang sehat dalam rumah tangga, hingga cara menghadapi tantangan keluarga di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Polonia, yakni Nurasiah Harahap, M. Iqbal, Taufik, S.H.I., dan Wan Muhammad Fajar, S.H.I.
Melalui kegiatan BRUN ini, Kementerian Agama berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pernikahan, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya membangun keluarga yang kokoh sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda yang siap menikah secara lahir dan batin, mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi teladan dalam menciptakan ketahanan keluarga di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh peserta diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menata masa depan serta kehidupan berkeluarga.

