Medan (Humas) — Selama tiga tahun terakhir, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) terus menunjukkan kiprahnya dalam memperkuat kapasitas penyuluh agama sekaligus mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Kiprah tersebut menjadi pembahasan utama dalam Podcast IKMA (Informasi Keagamaan Medan Amplas) yang menghadirkan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Sumatera Utara, Dr. H. Marasakti Bangunan, M.A., sebagai narasumber pada Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Tiga Tahun IPARI Berkarya: Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Harmoni Bangsa” tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus kontribusi para penyuluh agama dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. Melalui dialog yang berlangsung hangat dan inspiratif, berbagai capaian serta tantangan penyuluh agama di era modern turut menjadi pembahasan dalam podcast tersebut.
Dalam pemaparannya, Marasakti Bangunan menjelaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, pendampingan, dan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa.
“Selama tiga tahun terakhir, IPARI telah menunjukkan kiprahnya sebagai wadah profesional yang memperkuat kapasitas penyuluh agama. Melalui berbagai program pembinaan dan pengabdian, para penyuluh terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga harmoni sosial,” ujar Marasakti Bangunan.
Ia menambahkan bahwa tantangan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis menuntut penyuluh agama untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi keagamaan.
“Penyuluh agama harus mampu menjadi teladan, komunikator, sekaligus penggerak nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis IPARI akan terus memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan IPARI selama tiga tahun terakhir telah menjadi wadah kolaborasi bagi para penyuluh agama dalam meningkatkan profesionalisme, memperluas jangkauan pembinaan umat, serta memperkuat peran penyuluh sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan layanan keagamaan yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Melalui podcast tersebut, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami peran penting penyuluh agama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Selain itu, momentum tiga tahun IPARI diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh penyuluh agama untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

