Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien Operasi di RSU Mitra Sejati

Medan (Humas) — Kehadiran Penyuluh Agama Islam tidak hanya dirasakan di tengah masyarakat, masjid, dan majelis taklim, tetapi juga hadir memberikan penguatan spiritual bagi mereka yang sedang menjalani ujian kesehatan.

Hal tersebut diwujudkan oleh *Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag., yang melaksanakan *Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) dan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada pasien di RSU Mitra Sejati, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Syahmuda memberikan bimbingan rohani kepada Bapak Sahrial, warga Jalan Selamat, Medan, yang sedang menjalani perawatan setelah operasi pada bagian paha dan kaki.

Bimbingan dilakukan sebagai bentuk pendampingan spiritual agar pasien tetap memiliki kekuatan hati dalam menghadapi proses pemulihan. Syahmuda mengajak pasien untuk tetap bersabar, berdoa, serta memasrahkan hasil ikhtiar kepada Allah SWT.

“Setiap ujian yang kita hadapi hendaknya menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Pengobatan adalah bentuk ikhtiar, sementara doa dan tawakal menjadi kekuatan hati dalam menjalani proses kesembuhan,” pesan Syahmuda.

Ia juga memberikan motivasi agar pasien tidak larut dalam rasa khawatir selama menjalani perawatan. Dengan kesabaran, semangat, dukungan keluarga, serta pelayanan medis yang baik, diharapkan proses pemulihan dapat dilalui dengan penuh optimisme.

Kegiatan Bimluh/Bimroh di rumah sakit merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan secara lintas sektoral. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien sekaligus memberikan ketenangan batin selama menjalani masa perawatan.

Melalui kegiatan ini, Syahmuda menegaskan bahwa dalam setiap ujian kehidupan, manusia tidak pernah benar-benar sendiri. Ada ikhtiar yang harus dilakukan, doa yang harus dipanjatkan, dan Allah SWT yang menjadi tempat berserah diri.

Kehadiran bimbingan rohani di tengah pasien menjadi pengingat bahwa pelayanan keagamaan dapat hadir di berbagai ruang kehidupan, termasuk ketika seseorang sedang berada dalam kondisi lemah dan membutuhkan kekuatan serta harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *