Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Hj. Nunung Ismayanti, M.A., Dewi Anggraini, S.Ag., Surya Hafni, S.Sos.I., serta Hj. Nurjannah, M.A., rutin melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi, salah satunya siaran radio, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 FM Medan sebagai sarana penyampaian informasi, edukasi, dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Pemanfaatan media radio menjadi salah satu upaya penyuluh dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Melalui siaran tersebut, materi bimbingan dan penyuluhan dapat disampaikan secara langsung kepada para pendengar.
Hj. Nunung Ismayanti menjelaskan bahwa radio memiliki peran penting sebagai media komunikasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, penyampaian materi melalui radio memungkinkan pesan bimbingan dan penyuluhan diterima masyarakat dalam suasana yang lebih sederhana dan mudah dipahami. “Kami berupaya memanfaatkan berbagai media komunikasi, termasuk radio, agar bimbingan dan penyuluhan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujar Nunung. Ia berharap pemanfaatan media tersebut dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kegiatan penyuluhan melalui RRI Pro 4 FM Medan menjadi ruang bagi para Penyuluh Agama untuk menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan dapat dikemas secara komunikatif sehingga pendengar tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mendapatkan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dewi Anggraini mengatakan bahwa media radio memberikan kesempatan kepada penyuluh untuk berinteraksi dengan masyarakat melalui penyampaian pesan yang informatif dan edukatif. “Radio menjadi salah satu sarana yang dapat membantu kami menyampaikan materi penyuluhan secara lebih dekat kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Surya Hafni menilai kegiatan bimbingan dan penyuluhan melalui media radio juga dapat memperkuat keberadaan Penyuluh Agama di tengah masyarakat. Menurutnya, penyuluhan tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan tatap muka, tetapi dapat memanfaatkan berbagai media yang mudah diakses masyarakat. “Penyuluhan melalui radio menjadi alternatif untuk tetap hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang dapat mengikuti informasi melalui siaran,” tuturnya. Senada dengan hal itu, penggunaan media komunikasi yang beragam diharapkan dapat membuat pelayanan penyuluhan semakin luas dan mudah dijangkau.
Hj. Nurjannah menambahkan bahwa kolaborasi dengan RRI Pro 4 FM Medan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan secara konsisten dengan menghadirkan materi yang relevan dan bermanfaat bagi para pendengar. “Kami berharap siaran bimbingan dan penyuluhan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena informasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Nurjannah. Selain itu, para penyuluh terus mendorong pemanfaatan media komunikasi sebagai sarana untuk memperkuat edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan RRI Pro 4 FM Medan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan diharapkan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran media radio menjadi salah satu sarana komunikasi publik yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara informatif, edukatif, dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan dalam memperkuat peran Penyuluh Agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan pemanfaatan berbagai media komunikasi, bimbingan dan penyuluhan diharapkan semakin luas jangkauannya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

