Medan (Humas) — MTs Persiapan Negeri 4 Medan terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui Launching Program ULOS PATEN (Uang Logam Sumatera Utara, Dipilah, Hitung, & Edarkan) sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan di lingkungan madrasah. Kegiatan dilaksanakan di halaman madrasah pada Kamis, 24 September 2026 diikuti oleh seluruh murid dan guru.
Program ULOS PATEN merupakan Program dari Bank Indonesia, dan MTsPN 4 Medan berkesempatan mendapat kerjasama menjalankan program ini bersama 40 sekolah/madrasah lain yang ada di Sumatera Utara. Aktualisasi program ini dilaksanakan dalam program kokurikuler madrasah melalui gerakan SEMAI Logam menuju Puncak Kreativitas Forum KILAU Rupiah. SEMAI merupakan akronim dari “Senin Mari Menabung”, sebuah gerakan pembiasaan menabung yang dilaksanakan secara konsisten untuk menanamkan budaya gemar menabung dan mengelola keuangan sejak dini.
Sementara itu, KILAU merupakan singkatan dari “Kreativitas Literasi Keuangan” yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan dalam memahami serta menerapkan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui rangkaian program tersebut, siswa tidak hanya diajak untuk menyisihkan sebagian uang yang dimiliki, tetapi juga diarahkan untuk memahami konsep sederhana mengenai pengelolaan keuangan. Mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan skala prioritas, membangun kebiasaan menabung, hingga menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab.
SEMAI Logam menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial positif di kalangan peserta didik. Kegiatan yang dikemas dalam gerakan “Senin Mari Menabung” diharapkan mampu membentuk budaya disiplin dan konsisten dalam menyisihkan uang, termasuk melalui pemanfaatan uang pecahan logam yang sering kali dianggap kecil tetapi memiliki nilai jika dikumpulkan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, gerakan tersebut diarahkan menuju Puncak Kreativitas Forum KILAU Rupiah, sebagai ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan pemahaman mereka mengenai literasi keuangan. Forum ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kepala MTsPN 4 Medan, Dr. Netty Zakiah, M.Pd., menyampaikan bahwa program ULOS PATEN merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Literasi keuangan perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Melalui SEMAI, atau Senin Mari Menabung, kita membangun kebiasaan. Kemudian melalui KILAU, Kreativitas Literasi Keuangan, kita mengembangkan pengetahuan dan kreativitas mereka. Harapannya, kebiasaan kecil ini dapat menjadi bekal besar bagi masa depan siswa,” ungkap Netty.
Lebih lanjut, program ULOS PATEN diharapkan dapat menjadi bagian dari pembiasaan positif di madrasah sekaligus memperkuat karakter peserta didik, khususnya dalam hal disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan menentukan prioritas.
Dengan demikian, SEMAI Logam bukan sekadar kegiatan menabung, tetapi menjadi pintu masuk bagi peserta didik untuk mengenal dan mempraktikkan literasi keuangan secara nyata. Dari kebiasaan sederhana “Senin Mari Menabung”, siswa diarahkan menuju kreativitas dan pemahaman yang lebih luas melalui Forum KILAU Rupiah.
Launching ULOS PATEN menjadi momentum penting bagi MTsPN 4 Medan untuk terus mengembangkan program kokurikuler yang inovatif dan kontekstual. Melalui sinergi antara pembiasaan, edukasi, dan kreativitas, madrasah berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya religius, kreatif, inovatif, dan berprestasi, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

