PAI KUA Medan Baru Berikan Bimbingan Rohani Lintas Sektoral kepada Pasien RSU USU

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) sekaligus Bimbingan Rohani (Bimroh) lintas sektoral di Rumah Sakit Umum Universitas Sumatera Utara (RSU USU), Jalan Dr. T. Mansur, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien dan keluarga pasien yang sedang menghadapi masa perawatan.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang menyentuh masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan dukungan, baik secara fisik maupun spiritual. Melalui bimbingan tersebut, pasien dan keluarga diajak untuk tetap memiliki semangat, kesabaran, dan keyakinan dalam menghadapi proses pengobatan serta berbagai ujian kehidupan.

Dalam pelaksanaan Bimluh/Bimroh, Syahmuda Nasution menyampaikan pentingnya menjaga kesabaran, keikhlasan, ikhtiar, dan doa ketika menghadapi sakit. Menurutnya, sakit tidak hanya menjadi ujian terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi seseorang untuk melakukan introspeksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dalam menghadapi sakit, kita tetap harus berikhtiar melalui pengobatan, bersabar dalam menjalani prosesnya, serta tidak meninggalkan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Setiap ujian tentu memiliki hikmah, sehingga kita harus berusaha menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan tetap memiliki harapan,” pesan Syahmuda.

Ia juga mengingatkan bahwa ikhtiar dalam menjalani pengobatan merupakan bagian dari usaha manusia, sedangkan hasil akhirnya tetap diserahkan kepada Allah SWT. Karena itu, pasien diharapkan tidak kehilangan semangat dan terus membangun pikiran positif selama menjalani proses perawatan.

“Jangan sampai kondisi sakit membuat kita kehilangan harapan. Tetap berusaha, mengikuti arahan tenaga medis, memperbanyak doa, dan yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan terbaik bagi hamba-Nya. Kesabaran dan tawakal harus berjalan bersama dengan ikhtiar,” lanjutnya.

Selain memberikan penguatan kepada pasien, Syahmuda juga mengajak keluarga pasien untuk terus memberikan dukungan moral dan spiritual. Kehadiran keluarga, perhatian tenaga kesehatan, serta dukungan keagamaan dinilai dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang bagi pasien selama menjalani perawatan.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien melewati masa sulit. Sikap sabar, ucapan yang menenangkan, dan pendampingan yang tulus dapat menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi pasien, terutama ketika mereka menghadapi rasa khawatir atau kondisi kesehatan yang belum membaik.

Kegiatan Bimluh/Bimroh lintas sektoral di lingkungan rumah sakit juga menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam memperluas jangkauan pelayanan bimbingan keagamaan. Pelayanan penyuluh tidak hanya dilaksanakan di lingkungan KUA, masjid, majelis taklim, dan komunitas masyarakat, tetapi juga menyentuh berbagai sektor pelayanan publik yang membutuhkan penguatan spiritual.

Melalui kegiatan tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Baru berharap pasien dan keluarga yang sedang menjalani masa perawatan dapat memperoleh ketenangan batin serta motivasi untuk menghadapi ujian dengan lebih sabar dan penuh harapan. Bimbingan keagamaan diharapkan dapat menjadi pelengkap dalam proses pemulihan dengan memberikan dukungan mental dan spiritual kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan keagamaan hadir untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai kondisi kehidupan, baik ketika sehat maupun ketika sedang menghadapi ujian sakit. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di rumah sakit diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pelayanan yang memberikan manfaat, ketenangan, dan penguatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *