PAI KUA Medan Petisah Bahas Dampak Shalat dalam Membentuk Kehidupan yang Lebih Baik

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, M.HI., Komala Dewi, M.E., dan Nurlely, M.Sos., melaksanakan bimbingan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) di Kecamatan Medan Petisah, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dampak Shalat dalam Kehidupan: Membentuk Pribadi yang Disiplin, Taat, dan Berakhlak Mulia” dengan fokus pada pentingnya menjadikan shalat sebagai sarana pembentukan karakter dan perbaikan kehidupan sehari-hari.

Bimbingan tersebut tidak hanya membahas shalat sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga mengajak jamaah memahami nilai-nilai yang dapat dibentuk melalui pelaksanaan shalat secara benar, tertib, dan penuh kesadaran. Para penyuluh mengajak jamaah melihat keterkaitan antara kualitas ibadah dengan perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, pekerjaan maupun dalam bermasyarakat.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menjelaskan bahwa shalat merupakan ibadah utama yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Shalat yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang, termasuk dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Ankabut ayat 45 yang menjelaskan bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, M.HI., menyampaikan bahwa shalat hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan gerakan dan bacaan semata, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan seseorang. Menurutnya, kekhusyukan dalam shalat dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

“Shalat yang dilakukan dengan khusyuk akan membentuk kesadaran dalam diri seorang Muslim bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT. Kesadaran inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi perbuatan yang tidak baik,” ungkap Heriansyah.

Sementara itu, Komala Dewi, M.E., menjelaskan bahwa shalat juga memiliki peran dalam melatih kedisiplinan. Kewajiban melaksanakan shalat lima waktu pada waktu yang telah ditentukan mengajarkan seorang Muslim untuk menghargai waktu, mengatur aktivitas, serta membiasakan diri menjalankan kewajiban secara konsisten.

“Jika shalat mampu kita jaga dengan baik, insyaallah kedisiplinan itu akan terbawa dalam kehidupan. Kebiasaan menjaga waktu shalat dapat menjadi latihan untuk lebih tertib dalam menjalankan tanggung jawab, baik di dalam keluarga, pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nurlely, M.Sos., menambahkan bahwa shalat dapat menjadi sarana untuk memperoleh ketenangan jiwa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan hendaknya tidak membuat seseorang menjauh dari Allah, tetapi justru menjadi momentum untuk memperkuat hubungan spiritual melalui ibadah dan doa.

“Jadikan shalat sebagai tempat kita mengadu kepada Allah. Jangan hanya mengerjakan shalat karena kewajiban, tetapi hadirkan hati agar shalat benar-benar memberikan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” pesannya.

Dalam kegiatan tersebut, jamaah juga diajak melakukan evaluasi terhadap kualitas shalat masing-masing. Para penyuluh mengingatkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dapat dimulai dari memperbaiki shalat, baik dari ketepatan waktu, kesempurnaan gerakan dan bacaan, maupun upaya menghadirkan kekhusyukan dalam setiap pelaksanaannya.

Menurut para penyuluh, shalat yang terjaga dengan baik diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri dari berbagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dari shalat tidak hanya dirasakan saat berada di tempat ibadah, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Melalui kegiatan bimbingan keagamaan tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Petisah terus berupaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Para jamaah diharapkan mampu menjadikan shalat sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik serta sebagai sarana untuk terus melakukan perbaikan diri.

“Mari kita jadikan shalat sebagai awal dari perubahan diri. Perbaikan kehidupan dapat dimulai dengan memperbaiki shalat, karena ketika hubungan kita dengan Allah SWT semakin baik, insyaallah akan semakin baik pula akhlak dan kehidupan kita,” pungkas para penyuluh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *