Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat inovasi layanan publik berbasis digital melalui Podcast IKMA (Informasi Keagamaan Medan Amplas). Program ini menjadi salah satu media komunikasi strategis dalam menghadirkan informasi keagamaan yang edukatif, dialogis, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Dalam salah satu episode yang disiarkan pada Selasa (23/6/2026), Podcast IKMA mengangkat tema “Tiga Tahun IPARI Berkarya: Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Harmoni Bangsa”. Episode tersebut menghadirkan dialog interaktif bersama penyuluh agama Islam yang membahas perjalanan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dalam memperkuat peran penyuluh agama, sekaligus kontribusinya dalam menjaga keharmonisan sosial dan penguatan kehidupan beragama yang rukun di masyarakat.
Melalui format podcast yang ringan namun tetap informatif, Kementerian Agama Kota Medan mendorong optimalisasi pemanfaatan ruang digital sebagai sarana penyebaran pesan keagamaan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh publik. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi keagamaan yang cepat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut host Podcast IKMA, Dewi Anggraini, kehadiran podcast menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan layanan edukasi keagamaan di era digital. Ia menilai bahwa media audio digital memberikan ruang yang lebih dekat antara penyuluh agama dan masyarakat.
“Podcast IKMA hadir sebagai ruang berbagi informasi, inspirasi, dan edukasi keagamaan yang mudah diakses oleh masyarakat. Melalui dialog yang ringan namun berbobot, kami berharap nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dapat tersampaikan dengan lebih dekat kepada publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan penting bagi para penyuluh agama dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan dan membangun kesadaran beragama yang moderat.
“Penyuluh agama harus mampu mengikuti perkembangan media komunikasi. Dengan memanfaatkan platform digital seperti podcast, pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak yang positif,” tambahnya.
Ke depan, Podcast IKMA diharapkan dapat terus berkembang sebagai media komunikasi publik yang konsisten menghadirkan konten-konten edukatif, inspiratif, dan solutif. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga memperkuat kualitas layanan keagamaan yang semakin dekat, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

