Medan (Humas) – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Amplas terus menggalakkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama (Bimluh). Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan bersama jamaah Majelis Ta’lim Ummul Quro yang berlokasi di Jalan Garu II A, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan itu diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Harun Arrasid, yang mengangkat tema “Hijrah Hati, Hijrah Akhlak, dan Hijrah Amal”. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi penting bagi umat Islam dalam memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum perbaikan diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam penyampaiannya, Harun Arrasid menjelaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai proses perubahan diri dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.
“Hijrah hati berarti membersihkan hati dari sifat iri, dengki, sombong, dan kebencian, kemudian menggantinya dengan keikhlasan, ketakwaan, serta kecintaan kepada Allah SWT. Hijrah akhlak adalah upaya memperbaiki sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntunan akhlakul karimah, sedangkan hijrah amal merupakan ikhtiar untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh secara berkesinambungan,” ujar Harun Arrasid.
Ia menambahkan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi sarana muhasabah atau evaluasi diri bagi setiap muslim. Menurutnya, bertambahnya usia merupakan pengingat bahwa kesempatan untuk beramal semakin berkurang, sehingga setiap individu perlu terus memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaannya.
“Momentum Tahun Baru Hijriah seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaharui niat, memperbaiki diri, serta meningkatkan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Harun Arrasid mengajak jamaah untuk menjadikan semangat hijrah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan yang dimulai dari hati akan melahirkan akhlak yang baik, dan akhlak yang baik akan mendorong seseorang untuk semakin giat dalam beramal saleh.
“Jika hati sudah dipenuhi keimanan dan keikhlasan, maka akhlak yang baik akan tumbuh dengan sendirinya. Dari akhlak yang baik itulah akan lahir berbagai amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Inilah hakikat hijrah yang sesungguhnya,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah Majelis Ta’lim Ummul Quro. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan menyimak materi yang disampaikan. Suasana interaktif juga terlihat saat berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam membangun umat yang religius, moderat, harmonis, dan berakhlakul karimah.
Momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H diharapkan menjadi titik awal bagi setiap muslim untuk terus melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak mulia, serta memperbanyak amal saleh demi meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

