Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Amplas terus mengintensifkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui tausiyah yang disampaikan kepada jamaah Majelis Ta’lim Akbar Al Khairat di Masjid Shilaturrahim, Jalan Garu III No. 43, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (19/6/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas, Harun Arrasid, mengajak jamaah untuk menghiasi diri dengan tiga sifat mulia yang menjadi fondasi dalam kehidupan seorang muslim, yaitu Ashabul Fadhl (orang-orang yang gemar berbuat kebaikan), Ashabul Shabr (orang-orang yang sabar), dan Ashabul Ukhuwwah Fillah (orang-orang yang menjalin persaudaraan karena Allah SWT).
Di hadapan ratusan jamaah yang hadir, Harun menjelaskan bahwa tantangan kehidupan modern saat ini menuntut umat Islam untuk memiliki ketahanan spiritual dan sosial yang kuat. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, seperti menurunnya kepedulian sosial, mudahnya terjadi perselisihan, serta rendahnya kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, perlu dihadapi dengan memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia.
“Seorang muslim hendaknya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, mampu bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan, serta menjalin hubungan persaudaraan yang dilandasi keikhlasan karena Allah SWT. Dengan sifat-sifat inilah akan lahir masyarakat yang kuat, damai, dan saling mendukung dalam kebaikan,” ujar Harun Arrasid.
Menurutnya, menjadi Ashabul Fadhl berarti senantiasa berusaha menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui berbagai bentuk amal kebajikan, baik dalam bentuk materi, tenaga, pikiran, maupun perhatian kepada sesama. Sementara itu, sifat Ashabul Shabr menjadi bekal utama dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan kehidupan yang tidak dapat dihindari.
“Kesabaran bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi kemampuan untuk tetap teguh dalam ketaatan, kuat menghadapi ujian, dan mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT. Orang yang sabar akan selalu mendapatkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Harun menekankan pentingnya membangun Ukhuwwah Fillah atau persaudaraan karena Allah sebagai perekat persatuan umat. Menurutnya, ukhuwah yang dibangun atas dasar keimanan akan melahirkan sikap saling menghormati, saling membantu, dan menghilangkan berbagai bentuk permusuhan maupun prasangka buruk di tengah masyarakat.
“Ketika ukhuwah Islamiyah terjalin dengan baik, maka persatuan umat akan semakin kokoh. Kita akan lebih mudah bekerja sama dalam kebaikan, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian dan keberkahan,” tambahnya.
Kegiatan tausiyah yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah Majelis Ta’lim Akbar Al Khairat. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan aktif menyimak setiap pesan keagamaan yang diberikan.
Salah seorang jamaah mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari tausiyah tersebut, terutama mengenai pentingnya memperbanyak amal kebajikan, menjaga kesabaran, dan memperkuat hubungan persaudaraan sesama muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama seperti ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas terus berupaya menjalankan fungsi edukatif, konsultatif, dan advokatif dalam membina umat. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam secara utuh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan umat melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang moderat, rukun, dan penuh keberkahan.

