Yosua 1:8 Jadi Penguat Semangat Pelayanan dalam Pembinaan Rohani di Polsek Medan Barat

Medan (Humas) — Pesan firman Tuhan dalam Yosua 1:8 menjadi penguat semangat pelayanan dalam kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan di Polsek Medan Barat, Jalan Budi Pembangunan II, Kecamatan Medan Barat, pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag Medan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang mendukung penguatan mental dan spiritual masyarakat, termasuk aparatur yang menjalankan tugas pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Polsek Medan Barat. Suasana pembinaan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, memberikan ruang refleksi bagi peserta untuk semakin memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, penyuluh agama Kristen, Daminta Berutu, S.Th., menyampaikan khotbah yang terambil dari Yosua 1:8, yang mengajarkan pentingnya menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup agar senantiasa memperoleh hikmat, kekuatan, dan keteguhan dalam menjalankan setiap tanggung jawab.

Daminta menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Yosua 1:8 sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, integritas dan semangat pengabdian akan semakin kuat apabila dibangun di atas landasan spiritual yang kokoh.

“Firman Tuhan dalam Yosua 1:8 mengajarkan kepada kita untuk senantiasa merenungkan dan melaksanakan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman, setiap individu akan memiliki kekuatan moral, kebijaksanaan, dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, pembinaan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat motivasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan rohani tersebut. Menurutnya, penguatan spiritual secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga semangat pelayanan sekaligus membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan.

“Kegiatan pembinaan rohani seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan penguatan iman dan motivasi bagi peserta dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga nilai-nilai keagamaan semakin tertanam dan menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Daminta.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di berbagai lingkungan kerja dan institusi diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, membangun karakter yang baik, serta mendukung terciptanya budaya pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *