Haru dan Penuh Makna, KUA Medan Denai Dampingi Prosesi Pensyahadatan Mualaf Baru

Medan (Humas) – Hidayah Allah SWT kembali menyapa salah seorang warga Kota Medan. Suasana haru, khidmat, dan penuh rasa syukur menyelimuti Kantor KUA Kecamatan Medan Denai saat berlangsung prosesi pensyahadatan seorang mualaf baru, Desi Ramayani, pada Rabu (24/06/2026).

Desi yang sebelumnya memeluk agama Buddha datang ke Kantor KUA Kecamatan Medan Denai dengan niat yang mantap dan hati yang penuh keyakinan untuk memeluk agama Islam. Keputusan besar tersebut diambil atas kesadaran pribadi setelah melalui proses pencarian, perenungan, dan pendalaman spiritual yang cukup panjang.

Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung dengan khidmat dan dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., serta disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Deliman Siregar dan Sarmaulid. Momen sakral tersebut turut dihadiri oleh anggota keluarga yang memberikan dukungan dan pendampingan kepada Ibu Desi dalam menapaki lembaran baru kehidupannya sebagai seorang muslimah.

Dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, Desi mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan. Suasana haru pun menyelimuti ruangan ketika para saksi dan keluarga menyaksikan langsung detik-detik bersejarah yang menandai awal perjalanan spiritualnya sebagai bagian dari umat Islam.

Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.I.Kom, dalam arahannya menyampaikan bahwa syahadat merupakan pintu gerbang menuju kehidupan baru yang penuh dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Masuk Islam bukan sekadar mengucapkan syahadat, tetapi juga memulai perjalanan untuk mengenal Allah SWT, mempelajari tata cara ibadah, membaca Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, seorang mualaf perlu mendapatkan pembinaan dan pendampingan agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam,” ujar Yakhman Hulu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KUA tidak hanya memberikan pelayanan pensyahadatan, tetapi juga siap mendampingi para mualaf melalui berbagai program pembinaan keagamaan agar dapat memahami Islam secara bertahap dan berkesinambungan.

“Kami berharap Ibu Desi dapat terus belajar dan memperdalam ilmu agama. KUA Kecamatan Medan Denai selalu terbuka untuk memberikan bimbingan dan pendampingan sehingga para mualaf dapat menjalani kehidupan barunya dengan penuh keyakinan dan kebahagiaan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, para penyuluh agama juga menyampaikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan setelah memeluk Islam, antara lain memperkuat akidah, mempelajari rukun iman dan rukun Islam, membiasakan pelaksanaan salat lima waktu, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, serta aktif menjalin silaturahmi dengan lingkungan muslim yang dapat menjadi sumber dukungan dan pembelajaran.

Prosesi pensyahadatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ulfendri. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman, kemudahan dalam mempelajari ajaran Islam, keteguhan hati dalam menjalankan syariat-Nya, serta keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang diberikan oleh KUA Kecamatan Medan Denai kepada masyarakat yang ingin memeluk agama Islam. Selain menjadi wujud pelayanan publik yang humanis, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang inklusif, penuh kasih sayang, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama.

Momen pensyahadatan ini menjadi pengingat bahwa hidayah merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT yang dapat diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, keluarga besar KUA Kecamatan Medan Denai menyambut kehadiran Ibu Desi Ramayani sebagai saudari baru dalam keluarga besar umat Islam.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah Ibu Desi, menguatkan keimanannya, dan menjadikannya pribadi yang istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Kami turut berbahagia atas nikmat hidayah yang telah Allah karuniakan,” tutup Yakhman Hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *