Melalui Katekese 5 Menit, Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Sampaikan Arti dan Makna Gereja

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan Katekese Lima Menit pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 09.45 WIB di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada umat Katolik sebelum pelaksanaan Perayaan Ekaristi.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah “Arti dan Makna Gereja”. Melalui materi ini, umat diajak untuk memahami Gereja bukan hanya sebagai bangunan atau tempat untuk melaksanakan kegiatan ibadah, tetapi sebagai persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk hidup dalam iman, kasih, dan persaudaraan sebagai satu tubuh dalam Kristus.

Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Gereja merupakan umat Allah yang dipanggil dan dihimpun oleh Kristus. Gereja menjadi tempat umat beriman bertumbuh dalam iman, merayakan keselamatan melalui liturgi dan sakramen, serta menjalankan tugas perutusan untuk mewartakan Injil kepada dunia. Dengan demikian, setiap umat memiliki peran dan tanggung jawab dalam kehidupan Gereja.

Lebih lanjut, umat diajak untuk memahami bahwa keberadaan Gereja tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebagai anggota Gereja, umat dipanggil untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap saling mengasihi, menghormati, mengampuni, melayani, dan membangun persaudaraan. Kehidupan menggereja hendaknya tidak berhenti pada kegiatan di dalam gereja, tetapi diwujudkan dalam keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat.

Kegiatan Katekese Lima Menit berlangsung dengan tertib dan menjadi sarana bagi umat untuk memperdalam pemahaman iman secara sederhana dan kontekstual. Roni mengajak umat agar semakin menyadari bahwa setiap pribadi yang telah dibaptis merupakan bagian dari Gereja dan memiliki panggilan untuk mengambil bagian dalam tugas perutusan Gereja sesuai dengan kemampuan dan keadaan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal semakin memahami arti dan makna Gereja serta meningkatkan keterlibatan dalam kehidupan menggereja. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pembinaan iman secara berkelanjutan, sehingga umat semakin dewasa dalam iman, memiliki semangat persaudaraan, dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah keluarga serta masyarakat.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *