Medan (Humas) — Kemenag Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui peran aktif para penyuluh agama. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Husein Ali, di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Memaknai Tahun Baru Hijriah” tersebut diikuti oleh pegawai dan jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan komitmen dalam menjalani kehidupan serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dalam penyampaian materinya, Husein Ali menjelaskan bahwa Tahun Baru Hijriah memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam karena mengandung nilai-nilai perjuangan, perubahan, dan perbaikan diri sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui peristiwa hijrah. Menurutnya, momentum pergantian tahun Hijriah perlu dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.
“Tahun Baru Hijriah hendaknya tidak hanya diperingati sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri dan berhijrah menuju pribadi yang lebih baik. Setiap insan harus terus berupaya meningkatkan kualitas iman, akhlak, dan kinerja dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Husein Ali.
Menurutnya, semangat hijrah sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan kerja. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan amanah perlu terus ditanamkan agar menjadi bagian dari budaya kerja yang positif.
“Makna hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam lingkungan kerja, semangat hijrah tercermin melalui peningkatan integritas, etos kerja, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketika pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka pekerjaan tersebut juga bernilai ibadah,” lanjutnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti materi dengan baik serta berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Medan terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga mendorong penguatan karakter dan spiritualitas masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di berbagai instansi menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas jangkauan pembinaan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pembinaan yang berkelanjutan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan, menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang profesional, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

