Medan (Humas) — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan terus memperkuat pelayanan keagamaan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui Penyuluh Agama Kristen, Kemenag Medan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pelayanan rohani bagi warga binaan di Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta, Jalan Lembaga Pemasyarakatan No. 27, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan tersebut dihadiri oleh jajaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag Medan serta sejumlah warga binaan yang secara aktif mengikuti rangkaian pembinaan keagamaan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memperkuat iman, membangun pengharapan, dan memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan hidup yang lebih baik.
Pembinaan rohani disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen Daniel Malau, M.Th. melalui khotbah yang menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah berbagai situasi kehidupan. Dalam pesannya, Daniel mengajak warga binaan untuk tidak kehilangan harapan, melainkan menjadikan setiap proses yang dijalani sebagai momentum refleksi dan pembentukan karakter.
Menurut Daniel, pelayanan keagamaan di lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memberikan penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan. Selain menjadi sarana pembinaan iman, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, kami ingin menghadirkan penguatan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki harapan dan keyakinan dalam menjalani proses pembinaan. Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun karakter, memperbaiki diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Daniel.
Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memulai kehidupan yang baru. Oleh karena itu, warga binaan diharapkan tidak terjebak pada masa lalu, tetapi terus berupaya membangun masa depan yang lebih baik dengan mengandalkan kasih dan pertolongan Tuhan.
“Kasih Tuhan selalu terbuka bagi setiap orang yang memiliki kerinduan untuk berubah. Karena itu, jangan pernah kehilangan harapan. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Selain mendengarkan khotbah, warga binaan juga mengikuti doa bersama dan sesi pembinaan yang memberikan ruang untuk refleksi spiritual. Suasana kebersamaan dan keterbukaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, yang menjadi sarana bagi peserta untuk semakin memahami makna pertobatan, pengharapan, dan pembaruan hidup.
Kehadiran jajaran Bimas Kristen Kemenag Medan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, Kemenag Medan berharap warga binaan dapat mengalami transformasi spiritual yang berdampak pada perubahan perilaku, peningkatan kualitas hidup, serta kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

