Medan (Humas) — Kehadiran layanan keagamaan di tengah masyarakat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani proses pemulihan kesehatan, Kamis (25/6/2026). Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan melaksanakan pelayanan rohani di UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan spiritual bagi para pasien.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan pengharapan tersebut bertujuan memberikan penguatan iman, penghiburan, serta semangat baru bagi pasien yang tengah menjalani perawatan. Ibadah diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Pride Nainggolan dan diiringi Sedra Tarigan bersama tim musik Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan. Lagu-lagu pujian yang dibawakan mengajak para peserta merasakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam setiap proses kehidupan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Yohana Sitompul dengan dasar renungan dari Markus 6:45-52 yang mengisahkan Tuhan Yesus berjalan di atas air dan menenangkan murid-murid yang sedang diterpa angin sakal. Melalui perikop tersebut, para peserta diajak memahami bahwa setiap orang dapat mengalami badai kehidupan, baik berupa penyakit, kesulitan, maupun berbagai pergumulan yang datang tanpa diduga.
Dalam khotbahnya, Yohana menjelaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Sebagaimana Yesus mengetahui pergumulan para murid di tengah danau, demikian pula Tuhan memahami setiap pergumulan yang dialami manusia dan hadir memberikan pertolongan pada waktu yang tepat.
Menurut Yohana Sitompul, penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena mampu menumbuhkan optimisme, ketenangan batin, dan keyakinan untuk terus melangkah menghadapi setiap tantangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran firman Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan bagi pasien untuk tetap memiliki harapan dan tidak menyerah meskipun sedang menghadapi masa-masa yang sulit dalam hidupnya.
“Melalui firman Tuhan dari Markus 6:45-52, kami ingin mengingatkan bahwa tidak ada badai kehidupan yang terlalu besar bagi Tuhan. Ketika manusia merasa lemah dan takut, Tuhan hadir memberikan kekuatan, penghiburan, serta pengharapan baru. Kami berharap para pasien tetap memiliki semangat untuk menjalani proses pemulihan karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” ujar Yohana Sitompul.
Doa syafaat dan doa berkat dipimpin oleh Mateus Brian Purba. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan bagi kesembuhan para pasien, kekuatan bagi keluarga yang mendampingi, serta kesehatan dan hikmat bagi tenaga medis dan seluruh pegawai rumah sakit yang memberikan pelayanan dengan penuh dedikasi.
Kegiatan pelayanan rohani ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pendampingan spiritual bagi pasien agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani masa pemulihan. Selain membantu memperkuat kondisi mental dan emosional, pelayanan keagamaan juga diharapkan mampu menghadirkan ketenangan serta damai sejahtera bagi para pasien.
Melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berkomitmen menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang membawa manfaat nyata, serta menjadi pembawa pengharapan bagi mereka yang sedang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

