Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat melalui kegiatan penyuluhan rohani yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan dan penguatan iman bagi para pasien agar tetap memiliki semangat, ketenangan, dan pengharapan dalam menjalani proses pemulihan.
Pada Jumat (26/6/2026), penyuluhan rohani kembali dilaksanakan oleh Verawati Butar Butar dan Saronisa Ginting di RS Royal Prima. Dalam kegiatan tersebut, para pasien diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memandang setiap proses kehidupan dengan iman dan pengharapan yang teguh.
Melalui penyampaian pesan-pesan rohani, para pasien diberikan motivasi agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama masa perawatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menghadirkan suasana yang menenangkan dan membangun optimisme bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Verawati Butar Butar menyampaikan bahwa pelayanan rohani merupakan bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien. Menurutnya, selain membutuhkan penanganan medis, pasien juga memerlukan penguatan spiritual agar tetap memiliki semangat dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami.
“Kami ingin menghadirkan penghiburan dan penguatan bagi para pasien melalui firman Tuhan. Ketika seseorang memiliki harapan dan iman yang kuat, ia akan lebih mampu menjalani setiap proses pemulihan dengan penuh ketenangan dan keyakinan bahwa Tuhan tetap menyertai kehidupannya,” ujar Verawati Butar Butar.
Senada dengan itu, Saronisa Ginting menegaskan bahwa penyuluhan rohani diharapkan dapat membantu pasien memandang masa-masa sulit sebagai bagian dari proses yang dapat dilalui dengan kekuatan dari Tuhan.
“Melalui pelayanan ini, kami berharap para pasien tidak kehilangan semangat dan tetap memiliki pengharapan yang baik. Firman Tuhan mengajarkan bahwa di tengah berbagai pergumulan, selalu ada kasih, kekuatan, dan pertolongan yang dapat menjadi sumber penghiburan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya,” ungkap Saronisa Ginting.
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Kehadiran penyuluh agama di tengah pasien tidak hanya memberikan pendampingan spiritual, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan perhatian terhadap kondisi psikologis serta emosional mereka.
Melalui penyuluhan rohani yang berkelanjutan, Kemenag Medan terus berupaya membangun semangat, optimisme, dan pengharapan masyarakat, sehingga nilai-nilai agama dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menghadapi masa-masa yang penuh tantangan.

