Tanamkan Harapan dan Pertobatan, Penyuluh Kristen Kemenag Medan Hadir Dampingi Warga Binaan Rutan Perempuan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen Verawati Butar-Butar, M.Pd.K., kembali melaksanakan pelayanan dan pembinaan rohani bagi warga binaan di Rumah Tahanan Perempuan Kelas IIA Medan, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dua kali setiap bulan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan spiritual yang menumbuhkan harapan, memperkuat iman, dan mendorong pertobatan bagi warga binaan.

Ibadah mengangkat nats Yohanes 4:1–42 tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria. Dalam khotbahnya, Verawati Butar-Butar mengajak warga binaan untuk menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah membedakan latar belakang maupun masa lalu seseorang. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bertobat, memperbaiki diri, dan memulai kehidupan yang baru bersama Tuhan.

Pelayanan ibadah turut didukung Basaria sebagai pembawa acara, Amanda Purba yang memimpin doa syafaat, Sedra Tarigan sebagai pembawa doa berkat, serta Srikusti yang menyampaikan kesaksian. Kegiatan tersebut juga melibatkan tim pelayanan yang terdiri atas Junita, Betaria, Melati Tambun, dan Devy Purba.

Sebagai ketua tim pelayanan, Verawati Butar-Butar bersama 10 orang anggota tim secara konsisten memberikan pelayanan di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan sebanyak dua kali setiap bulan, tepatnya setiap hari Senin. Selain itu, tim juga melayani sebagai pembina rohani pada ibadah Minggu setiap Minggu kelima.

“Firman Tuhan mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu jauh untuk dikasihi Tuhan. Melalui pelayanan ini, kami ingin menanamkan harapan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk bertobat, bangkit dari masa lalu, dan menjalani hidup yang lebih baik. Ketika hati dibaharui oleh Tuhan, masa depan pun dapat dipulihkan,” ujar Verawati Butar-Butar.

Menurutnya, pembinaan rohani yang dilakukan secara berkesinambungan di lingkungan rumah tahanan bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat iman, dan memulihkan semangat hidup warga binaan agar siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Antusiasme warga binaan selama mengikuti ibadah menunjukkan bahwa pembinaan rohani menjadi kebutuhan penting dalam proses pembentukan karakter. Kehadiran penyuluh agama diharapkan terus menjadi penguat spiritual yang menumbuhkan optimisme, memperkokoh iman, dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *