Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kerohanian kepada pasien rawat inap di RSU USU Medan yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kota Medan, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Mengingat Allah SWT” sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketenangan batin pasien selama menjalani proses pengobatan.
Dalam pelaksanaannya, Paidi didampingi oleh beberapa Penyuluh Agama Islam, yakni Imam Pratomo dari KUA Medan Kota, Sulaiman dari KUA Medan Labuhan, Al Huda dari KUA Medan Johor, dan Abdul Majid dari KUA Medan Kota. Tim dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri atas Sulaiman, Al Huda, dan Abdul Majid memberikan bimbingan di ruang perawatan lantai 4, sedangkan kelompok kedua yang terdiri atas Paidi dan Imam Pratomo melaksanakan pembinaan rohani di lantai 5 RSU USU Medan.
Dalam tausiyahnya, Paidi mengajak para pasien :”Agar senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan, baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Menurutnya, zikir kepada Allah merupakan sumber kekuatan spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan hati, optimisme, dan semangat dalam menghadapi ujian sakit” ujar Paidi dihadapan pasien dan keluarga.
Serta lebih lanjut Paidi menyampaikan, “Jangan pernah berhenti mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan. Jika kita mengingat Allah, maka yakinlah Allah juga akan mengingat kita. Hati yang selalu berzikir akan menjadi lebih tenang dan diberi kekuatan untuk menjalani setiap ujian.” Ia juga menambahkan bahwa kesembuhan sejati berasal dari Allah SWT, sementara ikhtiar melalui pengobatan dan doa harus berjalan beriringan.
Menjelang berakhirnya kegiatan, Imam Pratomo memimpin doa bersama yang diikuti dengan penuh khusyuk oleh para pasien dan keluarga. Doa yang dipanjatkan berisi permohonan agar Allah SWT mengangkat penyakit, memberikan kesembuhan, kekuatan, kesabaran, serta menjadikan setiap ujian sebagai penghapus dosa dan peningkat derajat di sisi-Nya.
Suasana haru tampak menyelimuti ruangan ketika para pasien mengaminkan doa dengan penuh harapan.Kegiatan bimbingan kerohanian ini menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan KUA di lingkungan rumah sakit yang bertujuan memberikan dukungan spiritual kepada masyarakat. Melalui penguatan iman, zikir, dan doa, para penyuluh berharap pasien semakin optimis menjalani proses penyembuhan serta meyakini bahwa rahmat dan pertolongan Allah SWT senantiasa menyertai setiap hamba yang berserah diri kepada-Nya.(Paidi).

