Medan (Humas) – Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan spiritual bagi para guru agama sebagai bekal dalam menjalankan tugas pendidikan. Melalui kegiatan rekoleksi, para guru diajak memperbarui komitmen pelayanan, memperdalam kehidupan iman, serta meningkatkan profesionalisme sebagai pendidik yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani di lingkungan sekolah.
Kegiatan rekoleksi bertema “Semangat Melayani dengan Tulus Hati sebagai Guru Agama Katolik” dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) di Taman Garista, Jalan Setia Karya, Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Rekoleksi diikuti oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Lidia Rayani Br. Pinem, S.Pd., bersama para guru Kelompok Kerja Guru (KKG) binaannya, serta dihadiri Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan refleksi sebagai sarana mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru. Suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam mengemban tugas sebagai pendidik.
Dalam arahannya, Lidia Rayani Br. Pinem menegaskan bahwa rekoleksi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum untuk melakukan refleksi diri agar setiap guru mampu menjalankan panggilan profesinya dengan hati yang tulus dan penuh sukacita.
“Melalui rekoleksi ini kita diajak memperbarui semangat pelayanan agar setiap guru memasuki tahun ajaran baru dengan hati yang penuh sukacita, iman yang semakin kuat, dan komitmen yang semakin teguh dalam mendidik generasi penerus. Guru agama harus menjadi pribadi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan melalui sikap hidup yang mencerminkan kasih Kristus,” ungkap Lidia Rayani Br. Pinem.
Materi rekoleksi disampaikan oleh Sr. Petryani, KSSY, yang juga merupakan guru agama binaan Pengawas Pendidikan Agama Katolik. Dalam refleksinya, ia mengajak para peserta untuk menghayati profesi guru sebagai panggilan pelayanan yang dilandasi kasih dan pengabdian.
“Guru agama dipanggil bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus melalui keteladanan, ketulusan, kesabaran, dan pelayanan yang mampu menyentuh hati setiap peserta didik. Ketika guru mengajar dengan kasih, nilai-nilai Injil akan hidup dalam diri anak-anak yang dididiknya,” tutur Sr. Petryani.
Sementara itu, Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan Pinta Omastri Pandiangan mengajak seluruh guru untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugas pelayanan pendidikan agama.
“Mari kita terus menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas pelayanan. Dengan semangat persaudaraan dan dedikasi yang tinggi, saya yakin guru-guru Pendidikan Agama Katolik akan mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi Gereja, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sesi refleksi, pendalaman materi, doa bersama, dan berbagi pengalaman pelayanan. Suasana yang penuh makna memberikan motivasi baru bagi para guru untuk semakin menghayati profesinya sebagai pendidik sekaligus pewarta nilai-nilai Kristiani.
Melalui rekoleksi ini, diharapkan para guru Kelompok Kerja Guru binaan Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan semakin siap memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027 dengan semangat pelayanan yang tulus, iman yang kokoh, serta komitmen yang kuat dalam menghadirkan pendidikan agama Katolik yang berkualitas. Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan hidup yang mampu membentuk peserta didik yang unggul, beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia.

