Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Melalui pelayanan rohani di Panti Asuhan Karya Iman, Jalan Kuali No. 42, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/2026), para penyuluh memberikan penguatan iman sekaligus menanamkan nilai-nilai kasih, pengharapan, dan semangat hidup kepada anak-anak panti asuhan.
Pelayanan rohani tersebut diikuti dengan penuh sukacita oleh anak-anak panti asuhan. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama, pujian dan penyembahan, dilanjutkan penyampaian firman Tuhan, doa bersama, serta motivasi rohani yang bertujuan membangun karakter dan memperkuat spiritualitas anak-anak. Hadir dalam kegiatan tersebut Rudi Nainggolan, Remulus Situmorang, Frensa Hasugian, Novina, dan Bung Andyra Parhusip.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Penyuluh Agama Kristen Frensa Hasugian mengajak anak-anak untuk senantiasa memiliki pengharapan, hidup dalam kasih, dan tetap teguh dalam iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik apabila terus mengandalkan Tuhan serta memiliki semangat untuk belajar dan berbuat baik kepada sesama.
“Setiap anak memiliki nilai yang sangat berharga di hadapan Tuhan. Karena itu, jangan pernah kehilangan harapan. Teruslah bertumbuh dalam iman, rajin belajar, saling mengasihi, dan yakinlah bahwa Tuhan selalu menyertai setiap langkah kehidupan kita,” ujar Frensa.
Ia menambahkan bahwa pelayanan di panti asuhan bukan sekadar menyampaikan firman Tuhan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan pendampingan agar anak-anak memiliki kekuatan batin, optimisme, serta karakter Kristiani yang akan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan selalu menyertai mereka, dan melalui iman yang kuat mereka akan mampu menghadapi setiap tantangan serta menjadi pribadi yang membawa kasih dan damai bagi orang lain,” tambahnya.
Suasana ibadah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari menyanyikan lagu-lagu pujian, mendengarkan firman Tuhan, hingga mengikuti doa bersama. Interaksi yang terjalin antara penyuluh dan anak-anak panti juga menciptakan suasana yang akrab, sehingga pesan-pesan rohani dapat diterima dengan baik.
Melalui pelayanan ini, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan yang tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menghadirkan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

