Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menghadiri Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Wati (FAHMI UMMI) Kota Medan di Masjid Agung Medan, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai hijrah, meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim. Selain diisi dengan tausiah agama, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk implementasi ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi kasih sayang dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Ahmad Kamil Harahap, M.A., Kepala KUA Kecamatan Medan Polonia Syahpuddin, S.Ag., Kepala KUA Kecamatan Medan Kota Khairul Azmi, S.Ag., penceramah H. Abdullah Hakim, Ketua FAHMI UMMI Kota Medan Sry Lelawati, Ketua FAHMI UMMI Sumatera Utara Aminah, para pengurus FAHMI UMMI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Impun Siregar mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan syiar Islam dengan aksi sosial. Menurutnya, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, memperkuat kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Muharam mengajarkan kepada kita makna hijrah yang sesungguhnya, yaitu berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, penguatan akhlak, serta kepedulian sosial kepada mereka yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim,” ujar Impun Siregar.
Ia menambahkan bahwa menyantuni anak yatim merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya kasih sayang dan kepedulian umat terhadap generasi penerus bangsa.
“Mari jadikan momentum 1 Muharam ini sebagai penguat komitmen untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama. Kepedulian kepada anak yatim bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga wujud kasih sayang dan tanggung jawab kita dalam membangun generasi yang beriman, mandiri, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Impun Siregar juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta kepribadian anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.
“Tantangan generasi hari ini semakin kompleks. Pengaruh media sosial yang tidak terkendali, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, hingga degradasi moral menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, benteng pertama yang harus kita perkuat adalah keluarga. Orang tua harus hadir menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik, memberikan kasih sayang, serta menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan membangun bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan membangun keluarga yang sakinah. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius, harmonis, dan penuh perhatian akan memiliki ketahanan moral yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif.
“Mari kita jaga anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa. Jangan hanya memenuhi kebutuhan materi mereka, tetapi juga kebutuhan spiritual, pendidikan akhlak, kasih sayang, dan pendampingan dalam memilih lingkungan pergaulan. Ajak mereka mencintai Al-Qur’an, memakmurkan masjid, menghadiri majelis ilmu, dan membiasakan akhlak yang mulia. Insya Allah, dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang beriman, cerdas, berintegritas, serta mampu menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Impun Siregar menegaskan bahwa Kementerian Agama Kota Medan akan terus memperkuat program pembinaan keluarga, penyuluhan keagamaan, dan pendidikan karakter melalui berbagai layanan keagamaan yang hadir di tengah masyarakat.
“Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa. Jika keluarga kita kuat, maka masyarakat juga akan kuat. Dari keluarga yang kokoh akan lahir generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai umat yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua FAHMI UMMI Kota Medan, Sry Lelawati, menyampaikan bahwa kegiatan Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim merupakan agenda rutin organisasi dalam menyemarakkan Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui dakwah dan aksi sosial.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk memaknai hijrah sebagai perubahan menuju kebaikan, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama Kota Medan, yang terus mendukung kegiatan-kegiatan pembinaan umat seperti ini,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, H. Abdullah Hakim mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum muhasabah diri, meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, doa bersama, dan silaturahmi antara para tamu undangan serta jamaah. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian acara sebagai cerminan semangat hijrah yang diwujudkan melalui penguatan iman, kepedulian sosial, dan pembangunan keluarga yang tangguh.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat syiar agama, membangun ketahanan keluarga, melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, serta mewujudkan masyarakat Kota Medan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

