Medan (Humas) – Kabar prestasi datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan meraih medali emas Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026. Kompetisi ini berlangsung di Kansai Airport Conference Hall, Izumisano, Osaka, Jepang, 1–7 Juli 2026.
Ajang inovasi dan invensi internasional ini diselenggarakan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) bekerja sama dengan Chizal Corporation. Even ini juga didukung Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA) sebagai mitra di Indonesia. JDIE mempertemukan para inventor, peneliti, akademisi, mahasiswa, pelajar, perusahaan, dan lembaga penelitian dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset, teknologi, desain, serta inovasi terbaik mereka.
Pada penyelenggaraan 2026, peserta yang hadir berasal dari berbagai kawasan dunia, di antaranya Jepang, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Hong Kong, Makau, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Polandia, Kroasia, Kanada, serta sejumlah negara lainnya. Mereka mengirimkan delegasi melalui jaringan WIIPA dan organisasi mitra internasional. Kompetisi ini menjadi wadah kolaborasi global dalam bidang inovasi, teknologi, desain, dan penelitian yang mempertemukan generasi muda maupun inventor profesional dari berbagai belahan dunia.
Delegasi MAN 1 Medan terdiri atas tujuh siswa, yaitu Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda. Tim didampingi oleh Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak sebagai pelatih dan pembina. Keikutsertaan MAN 1 Medan menjadi bagian dari upaya membangun budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional bagi peserta didik.
Inovasi GREEN
Tim MAN 1 Medan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan /dewan juri internasional yang terdiri atas para akademisi, praktisi, dan pakar inovasi dari berbagai negara. Menurut Muhammad Doni Anggara, mereka mengusung proyek penelitian berjudul GREEN (Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction).
“Penelitian ini memanfaatkan limbah kulit buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diolah menjadi bahan baku bata (eco-brick) dan genteng ramah lingkungan,” ujar Muhammad Doni Anggara di Medan, Senin (6/7/2026).
Inovasi siswa madrasah binaan Kemenag ini, kata Ulfa Mashitah, terbilang sangat kontekstual dan solutif terhadap program strategis pemerintah Indonesia saat ini. Ide ini lahir dari pengamatan tim terhadap potensi penumpukan sampah organik, khususnya kulit buah-buahan seperti pisang, jeruk, semangka, pepaya, dan melon yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah.
“Jika tidak dikelola, limbah ini akan berakhir di TPA dan menyumbang emisi gas rumah kaca,” jelas Ulfa.
Melalui inovasi GREEN, lanjut Ahmad Zaki Mubarak, limbah kulit buah tersebut dikumpulkan, dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk organik ini kemudian dicampur dengan tanah liat, semen, dan perekat alami sebelum dicetak dan dipress menjadi bata serta genteng.
“Berdasarkan presentasi di hadapan juri internasional, produk eco-bricks dan genteng buatan siswa MAN 1 Medan ini terbukti memiliki kualitas yang sangat bersaing, dengan rincian aspek performa Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Value), Karakteristik Ringan (Lightweight), Daya Tahan (Durability), Kualitas Tekstur dan Ketahanan Terhadap Air (Water Resistance),” jelas Ahmad Zaki.
Selain melalui presentasi ilmiah, peserta juga mengikuti sesi pameran inovasi, diskusi akademik, serta pertukaran pengalaman dengan delegasi internasional sehingga memperoleh kesempatan memperluas jejaring kerja sama dan wawasan global.
Kepala MAN 1 Medan Reza Faisal, S.Pd.,M.PMat ketika dikonfirmasi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang berhasil diraih siswa-siswi MAN 1 Medan dalam ajang internasional diikuti oleh beberapa negara yang ambil bagian untuk mempresentasikan hasil karyanya masaing-masing.
“Alhamdulillah, pencapaian Gold Medal ini merupakan hasil kerja keras para siswa, guru pembimbing, serta dukungan seluruh keluarga besar MAN 1 Medan. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu menghasilkan inovasi yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, meneliti, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta membawa nama baik MAN 1 Medan di dunia internasional,” papar Reza.
Prestasi Gold Medal yang diraih Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Medan menjadi kebanggaan bagi madrasah, masyarakat Sumatera Utara, dan Indonesia. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi MAN 1 Medan sebagai madrasah yang konsisten melahirkan generasi berprestasi, inovatif, berdaya saing global, serta mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Selamat dan sukses kepada Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan atas raihan Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan bangsa,” tegas Reza. (KSS)

