Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus mengintensifkan pembinaan rohani bagi aparatur pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter, integritas, dan spiritualitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Melalui ibadah pembinaan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Medan, Jalan Candi Borobudur No. 2, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/2026), para personel Damkar diajak menjadikan kasih Kristus sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ibadah dipimpin oleh Penyuluh Agama Kristen Frensa Hasugian yang menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 15:9–15 dengan tema “Tinggallah di Dalam Kasih-Ku”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ratna Malau, Darminta Berutu yang memimpin doa syafaat, Natalina Hutagalung, Natalina Tumanggor, Hernawati Ginting, serta Bung Andyra Parhusip.
Dalam khotbahnya, Frensa Hasugian menekankan bahwa kasih Kristus bukan sekadar dipahami sebagai ajaran, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, profesi sebagai personel pemadam kebakaran menuntut keberanian, ketulusan, dan semangat pengorbanan yang selaras dengan nilai-nilai kasih yang diajarkan Tuhan.
“Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tetap tinggal di dalam kasih-Nya. Kasih itu hendaknya menjadi dasar dalam setiap pelayanan yang kita lakukan. Ketika kita melayani dengan hati yang tulus, penuh kepedulian, dan mengutamakan keselamatan sesama, kita sedang mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Frensa.
Ia menambahkan bahwa setiap tugas yang dijalankan dengan penuh kasih akan memberikan dampak yang lebih besar, bukan hanya bagi masyarakat yang dilayani, tetapi juga bagi pribadi yang melayani.
“Pelayanan yang dilakukan dengan kasih akan melahirkan keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang perlu terus dipelihara agar setiap aparatur mampu menjadi teladan, bekerja dengan integritas, serta menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tambahnya.
Menurut Frensa, pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, empati yang tinggi, serta semangat pengabdian yang berlandaskan iman. Dengan demikian, pelayanan publik dapat dilaksanakan secara humanis dan penuh tanggung jawab.
Rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat melalui pujian dan penyembahan, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, penyampaian khotbah, serta doa syafaat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh penghayatan sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang memberikan kekuatan batin dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi aparatur pemerintah melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan. Diharapkan nilai-nilai kasih, kepedulian, integritas, dan semangat pengabdian yang ditanamkan melalui pembinaan rohani ini semakin memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, humanis, dan berorientasi pada kemanusiaan.

