Medan Denai, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) An-Nisa, Jalan Seksama Gang Raja Aceh, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang salat Asar tersebut disambut antusias oleh jamaah.
Bimluh kali ini dilaksanakan di rumah Ibu Anggi selaku tuan rumah dan dibuka secara resmi oleh Ketua MT An-Nisa, Rusni Purba. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PAI KUA Medan Denai yang secara rutin menghadirkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat melalui majelis taklim.
Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Khoiruz Zaman, S.H.I. dengan tema “Menanamkan Akhlak kepada Anak Sejak Dini sebagai Tanggung Jawab Orang Tua.” Dalam uraiannya, ia menegaskan bahwa pendidikan akhlak merupakan amanah besar yang Allah SWT titipkan kepada setiap orang tua.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menjelaskan bahwa orang tua diperintahkan untuk memberikan nama yang baik kepada anak, melaksanakan akikah, serta mendidiknya dengan akhlak yang mulia. Menurutnya, apabila kewajiban tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh, anak akan menjadi penyejuk hati, kebanggaan keluarga, sekaligus pemberi syafaat bagi kedua orang tuanya di dunia maupun di akhirat.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT pada Hari Kiamat. Oleh sebab itu, pembinaan karakter dan akhlak tidak boleh diabaikan sejak usia dini.
Dalam pemaparannya, Khoiruz Zaman juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW tentang hak-hak anak yang wajib dipenuhi orang tua, di antaranya memberikan nama yang baik, mengajarkan membaca dan menulis, serta menikahkannya apabila telah mencapai usia yang layak.
Selain itu, ia menyampaikan kisah yang diriwayatkan dalam Kitab Al-Jauharul Mauhub halaman 165 mengenai seorang pengawal Muawiyah yang meminta nasihat kepada Imam Hasan bin Ali tentang amalan agar dikaruniai keturunan. Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak istigfar sebanyak 700 kali setiap hari. Dengan izin Allah SWT, amalan tersebut membuahkan hasil hingga ia dikaruniai sepuluh orang anak laki-laki.
Kisah tersebut menjadi motivasi bagi jamaah agar senantiasa memperbanyak istigfar serta bersyukur atas nikmat keturunan yang diberikan Allah SWT.
Suasana penyuluhan berlangsung hidup dan interaktif. Para jamaah aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam mendidik anak di tengah tantangan zaman.
Salah seorang jamaah, Khoirun Nisa, mengungkapkan rasa syukur atas ilmu yang diperoleh.
“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat, terutama tentang bagaimana mendidik anak dengan akhlak yang baik sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” ujarnya.
Kegiatan Bimluh ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, S.H.I. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga lahir generasi yang berakhlakul karimah, menjadi penyejuk hati bagi orang tua, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

