Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan kepada Jemaah PERTUNI tentang Tiga Amalan yang Dicintai Allah SWT

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Muhammad Zahid Nasution, Nurlely, dan Komala Dewi, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jemaah Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta sebagai bagian dari pembinaan keagamaan rutin. Kamis, 16 Juli 2026

Pada kesempatan itu, para penyuluh menyampaikan materi bertema “Tiga Amalan yang Dicintai Allah SWT”, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Tiga amalan tersebut adalah mendirikan sholat, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah (fi sabilillah). Ketiga amalan ini merupakan pedoman penting bagi setiap muslim dalam meraih cinta dan ridha Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam Muhammad Zahid Nasution menjelaskan bahwa mendirikan sholat merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai Allah SWT. Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi tiang agama yang membentuk kedisiplinan, ketakwaan, dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga sholat lima waktu secara istiqamah dan tepat waktu.

“Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah sholat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah. Ketiga amalan ini merupakan tuntunan yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh ridha Allah SWT,” ujar Muhammad Zahid Nasution.

Dalam penyampaiannya, Nurlely menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT setelah melaksanakan sholat. Menurutnya, menghormati, merawat, mendoakan, dan membahagiakan kedua orang tua merupakan amal saleh yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam dan menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan hidup.

Sementara itu, Komala Dewi menjelaskan bahwa jihad fi sabilillah tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan di medan perang, tetapi juga mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, menuntut ilmu, berdakwah, berbuat kebaikan, serta mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat. Ia mengajak seluruh jemaah agar terus bersemangat dalam beribadah dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar sesuai kemampuan masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, serta harapan agar materi tentang tiga amalan yang dicintai Allah SWT, yakni mendirikan sholat, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah, dapat menjadi motivasi bagi seluruh jemaah PERTUNI untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan semangat beram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *