Medan (Humas) — Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Polsek Medan Timur saat Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan Pelayanan Rohani atau Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi warga binaan, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Pelayanan rohani tersebut bertujuan memberikan penguatan moral, mental, dan spiritual agar warga binaan memiliki semangat untuk memperbaiki diri, membangun karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan pengharapan dalam menjalani kehidupan. Melalui pendekatan keagamaan, para peserta diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memulai kehidupan yang lebih bermakna.
Rangkaian ibadah diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th. Suasana ibadah yang hangat dan penuh sukacita mengajak seluruh peserta mempersiapkan hati untuk mendengarkan Firman Tuhan dan merenungkan kasih Allah yang senantiasa menyertai setiap orang.
Firman Tuhan disampaikan oleh Jepri Hutabarat, S.Th. dengan mengambil dasar renungan dari Efesus 2:8–9 yang menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah Tuhan yang diterima melalui iman, bukan karena usaha atau perbuatan manusia.
“Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” ungkap Jepri saat menyampaikan Firman Tuhan.
Dalam khotbahnya, Jepri menjelaskan bahwa kasih karunia merupakan bukti nyata kasih Allah yang diberikan kepada setiap manusia tanpa membedakan latar belakang maupun masa lalunya. Menurutnya, Tuhan selalu membuka jalan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh ingin bertobat dan memperbaiki kehidupan.
“Kasih Tuhan tidak pernah dibatasi oleh masa lalu seseorang. Selama kita mau membuka hati dan percaya kepada-Nya, Tuhan sanggup mengubahkan kehidupan kita menjadi lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup yang baru bersama Tuhan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa iman yang sejati harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Iman yang benar akan melahirkan karakter yang baik, hati yang rendah, serta semangat untuk hidup dalam kasih, kejujuran, dan tanggung jawab. Masa pembinaan ini hendaknya menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambah Jepri.
Doa syafaat dipimpin oleh Basaria Sitorus, S.Pd. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan agar Tuhan senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, dan penghiburan kepada seluruh warga binaan, memberkati keluarga mereka, serta menyertai seluruh jajaran Polsek Medan Timur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh refleksi. Para warga binaan mengikuti ibadah dengan antusias, menyimak setiap penyampaian Firman Tuhan, serta larut dalam doa yang dipanjatkan bersama. Momen tersebut menjadi ruang pembinaan spiritual yang memberikan ketenangan batin sekaligus motivasi untuk menata kehidupan ke arah yang lebih baik.
Melalui kegiatan Bimbingan Rohani ini, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang membawa damai, pengharapan, dan perubahan positif. Diharapkan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang lebih baik dan bermanfaat.

