Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Tebarkan Pengharapan di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan pelayanan pembinaan dan pendampingan rohani bagi pasien di UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh masyarakat yang sedang menjalani proses pemulihan kesehatan.

Pelayanan rohani berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan sarat pengharapan. Para pasien tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan antusias. Melalui pujian, firman Tuhan, dan doa bersama, mereka diajak untuk membangun optimisme, memperkuat iman, serta meyakini bahwa setiap proses pemulihan merupakan bagian dari kasih dan penyertaan Tuhan.

Ibadah diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Mona Putri Sembiring, S.Th. dan diiringi Sandra Tarigan, S.Th. bersama tim musik Penyuluh Agama Kristen Kota Medan. Alunan lagu-lagu rohani menciptakan suasana yang damai dan menenangkan, sehingga para pasien dapat beribadah dengan penuh penghayatan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Mateus Brian Purba, S.Th. dengan dasar renungan dari Markus 5:1–20 tentang Tuhan Yesus yang membebaskan seorang yang kerasukan roh jahat di daerah Gerasa. Melalui perikop tersebut ditegaskan bahwa tidak ada persoalan, penderitaan, ataupun pergumulan yang berada di luar kuasa Tuhan untuk dipulihkan.

Dalam khotbahnya, Mateus Brian Purba mengajak para pasien agar tidak kehilangan pengharapan meskipun sedang berada dalam masa-masa sulit.

“Tuhan Yesus datang bukan untuk menghukum, tetapi untuk memulihkan. Setiap luka batin, rasa takut, keputusasaan, bahkan pergumulan yang tidak mampu kita selesaikan dengan kekuatan sendiri, dapat dipulihkan oleh kasih dan kuasa Tuhan. Karena itu, jangan pernah berhenti berharap, sebab Tuhan tetap bekerja dalam setiap proses kehidupan kita,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemulihan yang Tuhan kerjakan tidak hanya menyentuh kondisi fisik, tetapi juga memulihkan hati, pikiran, emosi, relasi dengan sesama, dan kehidupan rohani seseorang.

“Ketika Tuhan memulihkan seseorang, Dia tidak hanya mengangkat penyakit atau penderitaan yang dialami, tetapi juga mengembalikan sukacita, damai sejahtera, serta tujuan hidup. Orang yang telah merasakan kasih Tuhan dipanggil untuk menjadi saksi, membawa kabar baik, dan menghadirkan pengharapan bagi orang lain,” tambah Mateus.

Doa syafaat dan doa berkat dipimpin oleh Asima Manik, S.Pd.K. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan bagi kesembuhan para pasien, kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang mendampingi, serta hikmat, kesehatan, dan perlindungan Tuhan bagi seluruh tenaga medis maupun pegawai rumah sakit yang setiap hari melayani dengan penuh kesabaran dan dedikasi.

Kegiatan pelayanan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang penguatan mental dan spiritual bagi para pasien. Kehadiran para penyuluh di tengah mereka menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan memiliki peran penting dalam mendampingi proses penyembuhan secara holistik, yang mencakup aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Di akhir ibadah, Mateus Brian Purba kembali mengajak seluruh peserta untuk tetap memelihara iman dan semangat menjalani kehidupan.

“Jangan pernah merasa sendiri. Tuhan selalu hadir menyertai setiap langkah kehidupan kita. Teruslah percaya, tetaplah berdoa, dan yakinlah bahwa setiap proses yang sedang dijalani akan mendatangkan kebaikan menurut waktu Tuhan. Pengharapan kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan,” pesannya.

Melalui pelayanan kasih yang dilakukan secara berkesinambungan, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menjadi sahabat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan rohani. Diharapkan pelayanan ini dapat menghadirkan penghiburan, menumbuhkan semangat hidup, serta memperkuat keyakinan para pasien bahwa Tuhan senantiasa hadir dan bekerja dalam setiap proses pemulihan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *