PAI KUA Medan Labuhan Sampaikan Tausiyah “Menjaga Hati dari Iri kepada Nikmat Orang Lain” di Radio Aqila FM

Medan (Humas), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, S.Th.I., M.Ag, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan melalui siaran Radio Aqila FM 106,2 Medan pada Jumat (17/07/2026). Kegiatan dakwah melalui media ini dipandu oleh Windiani selaku moderator dan diikuti oleh para pendengar yang berinteraksi secara langsung melalui sesi tanya jawab.

Dalam tausiyahnya, Sulaiman mengangkat tema “Menjaga Hati dari Iri kepada Nikmat Orang Lain.” Ia menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan hati dari sifat iri dan dengki yang dapat merusak keimanan serta hubungan antarsesama.

Mengutip makna firman Allah dalam frasa “wa lâ tamuddanna ‘ainaika” (janganlah engkau memanjangkan pandanganmu), Sulaiman menerangkan bahwa larangan tersebut bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh melihat nikmat yang dimiliki orang lain. Menurutnya, memandang sesuatu secara wajar tidaklah dilarang dalam Islam. Akan tetapi, yang dilarang adalah memanjangkan pandangan dengan disertai keinginan hati yang kuat dan kecenderungan jiwa terhadap apa yang dimiliki orang lain, sehingga melahirkan rasa iri dan dengki terhadap karunia yang Allah SWT berikan kepada mereka.

“Melihat nikmat dan anugerah yang dimiliki orang lain diperbolehkan selama tidak disertai keinginan untuk memilikinya hingga muncul rasa tidak rela terhadap ketentuan Allah. Namun apabila pandangan itu justru membuat hati gelisah dan dipenuhi iri, maka di situlah letak larangannya,” jelas Sulaiman.

Pada sesi dialog interaktif, para pendengar menyampaikan berbagai pertanyaan, baik secara langsung maupun melalui pesan yang dibacakan oleh moderator. Seluruh pertanyaan dijawab dengan penjelasan yang mudah dipahami sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah pemahaman keagamaan bagi masyarakat.

Menutup tausiyahnya, Sulaiman mengajak seluruh pendengar untuk senantiasa menjaga hati dari penyakit iri dan dengki.

“Marilah kita menjaga pandangan sebelum iri masuk ke dalam hati. Jagalah hati sebelum ia dipenuhi rasa tidak rela terhadap ketentuan Allah. Perbanyaklah bersyukur, sebab hati yang dipenuhi syukur akan selalu merasa cukup, sedangkan hati yang dikuasai iri tidak akan pernah merasa puas, meskipun seluruh dunia berada dalam genggamannya,” pesannya.

Ia juga menutup penyuluhan dengan doa, “Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari penyakit iri dan dengki, melapangkan dada kita dengan rasa syukur, serta menjadikan kita hamba-hamba yang ridha atas setiap ketentuan-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.”

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan melalui media radio ini merupakan salah satu bentuk komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Labuhan dalam menyebarluaskan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat melalui media massa, sehingga pesan-pesan dakwah dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *