MEDAN – Dua Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi dan Nurlely, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para pasien di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual dan psikologis kepada para residen yang sedang menjalani masa pemulihan agar tetap optimis dalam menata kembali masa depan mereka
Bimbingan yang berlangsung hangat ini mengambil tema sentral mengenai pentingnya rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan rehabilitasi. Pihak KUA Medan Petisah menilai bahwa proses pemulihan dari ketergantungan zat terlarang sangat memerlukan dukungan sosial yang kuat, yang harus dimulai dari lingkungan terdekat sesama pasien selama masa karantina.
Dalam penyampaian materinya, Komala Dewi menekankan bahwa persaudaraan (ukhuwah) merupakan fondasi penting dalam ajaran Islam yang mengajarkan kepedulian antar sesama manusia.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi ujian hidup. Rasa persaudaraan yang tulus di antara sesama pasien akan menjadi energi positif yang saling menguatkan proses pemulihan kalian di lembaga ini,” ujar Komala Dewi di hadapan para peserta bimbingan.
Selama sesi bimbingan, para pasien diajak berinteraksi secara aktif melalui diskusi ringan dan saling berbagi cerita. Kehadiran para penyuluh ini tidak hanya sebagai pengajar, melainkan juga bertindak sebagai pendengar yang baik guna menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, sehingga materi yang disampaikan dapat meresap langsung ke dalam sanubari para pasien.
Sementara itu, Nurlely dalam pemaparannya mengajak para pasien untuk senantiasa mengedepankan kebersamaan dan menepis ego pribadi selama menjalani program di LRPPN.
“Kebersamaan adalah kunci untuk melewati masa-masa sulit ini. Ketika kita merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang saling mendukung, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan untuk dipikul bersama,” tutur Nurlely dengan penuh empati.
Kegiatan bimbingan spiritual ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi yang luar biasa, baik dari pengelola LRPPN maupun para pasien yang hadir. Salah seorang perwakilan staf lembaga rehabilitasi menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama secara rutin sangat membantu meningkatkan motivasi internal pasien untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih religius.
Melalui kegiatan yang berlangsung khidmat ini, KUA Kecamatan Medan Petisah berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pendampingan keagamaan secara berkala di berbagai lembaga sosial. Langkah nyata ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru bagi para penyintas agar kelak dapat kembali berintegrasi ke tengah masyarakat dengan bekal keimanan dan mental yang kokoh.

