Medan (Humas) – Memelihara ibadah dengan istiqamah menjadi pesan utama dalam pengajian yang diselenggarakan Kementerian Agama Kota Medan bersama jamaah Majelis Taklim STW di Jalan Pukat II Gang Bulutangkis, Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat. Pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban, serta diikuti dengan antusias oleh seluruh jamaah yang hadir.
Dalam tausiahnya, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, S.H.I., menjelaskan bahwa istiqamah dalam beribadah merupakan salah satu kunci utama untuk menjaga keimanan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap amal ibadah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan seorang muslim, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Istiqamah adalah bukti kesungguhan seorang hamba dalam beribadah. Allah SWT lebih mencintai amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit, daripada amalan yang besar tetapi hanya dilakukan sesekali. Karena itu, jangan pernah meremehkan amal kebaikan yang dilakukan secara rutin,” ujarnya.
Amri menjelaskan bahwa menjaga istiqamah bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta komitmen yang kuat agar seseorang tetap mampu menjalankan ibadah di tengah berbagai kesibukan dan tantangan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa urusan dunia tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.
“Jangan biarkan kesibukan dunia menjauhkan kita dari ibadah. Justru melalui istiqamah, hati akan menjadi lebih tenang, hidup lebih terarah, dan kita akan senantiasa merasakan pertolongan serta rahmat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amri Sembiring mengajak jamaah untuk menjadikan ibadah sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan ketika memiliki waktu luang. Menurutnya, nilai istiqamah tidak hanya diwujudkan melalui salat, membaca Al-Qur’an, ataupun berzikir, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
“Istiqamah bukan hanya menjaga salat atau membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjaga kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama. Ketika ibadah mampu membentuk akhlak yang baik, itulah tanda bahwa ibadah kita memberikan pengaruh nyata dalam kehidupan,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para jamaah mengikuti setiap materi dengan penuh perhatian. Berbagai pertanyaan disampaikan dalam sesi diskusi, khususnya mengenai cara mempertahankan semangat beribadah di tengah kesibukan pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai tantangan kehidupan modern. Suasana yang interaktif mencerminkan tingginya semangat jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman agama.
Melalui pengajian ini, Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah. Majelis taklim diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu memperkuat spiritualitas umat sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para jamaah semakin termotivasi untuk membiasakan diri beribadah secara istiqamah, memperkokoh keimanan, serta menumbuhkan akhlak mulia dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Semangat istiqamah tersebut diharapkan menjadi bekal dalam meraih rida Allah SWT serta mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan dan ketenangan.

