Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di wilayah hukum Polsek Medan Johor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Dameriana Siahaan, kepada empat orang warga binaan, Senin (20/7/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, hangat, dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi sarana pembinaan rohani, penyuluhan ini juga menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk memperkuat iman, membangun optimisme, serta mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Dalam penyampaiannya, Dameriana Siahaan mengajak para warga binaan untuk menjadikan setiap pengalaman hidup, termasuk kesalahan di masa lalu, sebagai pelajaran yang berharga untuk memperbaiki diri. Menurutnya, Tuhan senantiasa membuka kesempatan bagi setiap orang yang memiliki kerendahan hati untuk bertobat dan memulai kehidupan yang baru dengan penuh pengharapan.
“Tidak ada seorang pun yang terlambat untuk berubah. Tuhan selalu membuka jalan bagi setiap orang yang mau memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik dengan penuh iman. Masa lalu tidak menentukan masa depan, selama kita memiliki kemauan untuk bertobat dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter yang berlandaskan kasih, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehingga setiap individu mampu menjadi pribadi yang membawa damai di tengah keluarga maupun masyarakat.
“Iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap hidup yang benar. Belajarlah menghargai sesama, bertanggung jawab atas setiap tindakan, dan terus menumbuhkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi berkat bagi orang lain,” tambah Dameriana.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para warga binaan mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian dan antusias. Mereka memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai pengalaman hidup, pergumulan yang dihadapi, serta harapan untuk dapat diterima kembali oleh keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. Interaksi yang terjalin menunjukkan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membangun semangat dan kepercayaan diri warga binaan.
Di akhir kegiatan, Dameriana berharap pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi sumber motivasi dan penguatan rohani bagi setiap warga binaan. Ia meyakini bahwa perubahan hidup yang sejati akan lahir dari hati yang memiliki iman, pengharapan, dan komitmen untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai kebaikan.
“Saya berharap setiap materi yang disampaikan dapat menguatkan iman, menumbuhkan pengharapan, serta mendorong warga binaan untuk memiliki tekad menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif ketika kembali ke tengah keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran penyuluh agama dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat di berbagai lingkungan, termasuk warga binaan. Pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu membentuk pribadi yang berkarakter, memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat, serta siap kembali menjalankan perannya sebagai anggota masyarakat yang produktif, damai, dan bertanggung jawab.

