Wujud Pelayanan Keagamaan, Penyuluh Kemenag Medan Berikan Pendampingan Spiritual di RS USU

Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui para penyuluh agama, pelayanan tersebut diwujudkan dalam bentuk bimbingan rohani (bimroh) dan ruqyah syar’iyyah sebagai upaya memberikan penguatan mental dan spiritual bagi pasien.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Perjuangan, Affan Sihite bersama Marliani, S.Ag., di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Medan, Senin (20/7/2026). Pendampingan dilakukan dengan mengunjungi pasien secara langsung untuk memberikan motivasi, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, memimpin doa dan zikir, serta melaksanakan ruqyah syar’iyyah sesuai kebutuhan pasien.

Suasana pelayanan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para pasien dan keluarga menyambut baik kehadiran para penyuluh yang tidak hanya memberikan doa, tetapi juga menjadi sahabat berbagi semangat di tengah proses pengobatan. Kehadiran pendamping spiritual diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin sehingga pasien lebih optimis menjalani proses penyembuhan.

Affan Sihite mengatakan bahwa pelayanan keagamaan di rumah sakit merupakan bagian dari tugas penyuluh agama untuk hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai kondisi kehidupan. Menurutnya, ikhtiar medis yang dilakukan tenaga kesehatan akan semakin bermakna apabila disertai dengan ikhtiar spiritual melalui doa dan penguatan keimanan.

“Kami berharap kehadiran penyuluh agama dapat memberikan ketenangan, semangat, dan harapan kepada para pasien. Melalui doa, zikir, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta ruqyah syar’iyyah, kami ingin menguatkan keyakinan bahwa setiap penyakit memiliki jalan kesembuhan atas izin Allah SWT,” ujar Affan.

Ia menambahkan bahwa kesabaran, tawakal, dan keyakinan kepada Allah SWT merupakan modal penting bagi setiap pasien dalam menghadapi ujian sakit. Oleh karena itu, pendampingan spiritual diharapkan mampu membangkitkan optimisme sekaligus memperkuat hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta.

Sementara itu, Marliani menyampaikan bahwa bimbingan rohani merupakan salah satu bentuk kepedulian Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis dan menyejukkan. Menurutnya, setiap pasien membutuhkan perhatian, dukungan moral, serta penguatan spiritual agar memiliki semangat untuk terus berjuang meraih kesembuhan.

“Semoga pendampingan spiritual ini menjadi penguat hati bagi para pasien dan keluarga yang mendampingi. Kami ingin terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat, menumbuhkan harapan, serta mengajak masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan,” ungkap Marliani.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Pendampingan spiritual di rumah sakit diharapkan tidak hanya memberikan ketenangan batin kepada pasien, tetapi juga menjadi pelengkap ikhtiar medis sehingga proses penyembuhan dapat dijalani dengan penuh kesabaran, harapan, dan keyakinan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *