Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat kualitas pelayanan keagamaan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para penyuluh agama. Langkah ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak yang menekankan pentingnya menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Medan dalam kegiatan Pembinaan Peningkatan Kinerja yang diselenggarakan oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Senin (20/7/2026).
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh para Penyuluh Agama Buddha dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Selain menjadi wadah untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi, pembinaan ini juga dimanfaatkan sebagai forum berbagi pengalaman, mengevaluasi pelaksanaan tugas kepenyuluhan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dalam memberikan pelayanan kepada umat Buddha.
Dalam arahannya, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyuluh dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta mengembangkan metode pembinaan yang inovatif agar pelayanan keagamaan semakin efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pembinaan tersebut juga menekankan pentingnya membangun karakter penyuluh yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, serta pengabdian kepada umat. Dengan bekal tersebut, penyuluh diharapkan mampu menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, memperkuat kerukunan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan menjadi momentum penting untuk memperbarui semangat pengabdian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat Buddha. “Pembinaan ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan. Kami akan terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan agar mampu memberikan pembinaan keagamaan yang lebih baik serta menghadirkan manfaat nyata bagi umat Buddha di Kota Medan,” ujar Ari Suryana.
Ia menambahkan bahwa tantangan pelayanan keagamaan yang terus berkembang menuntut setiap penyuluh untuk selalu belajar, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memanfaatkan berbagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penyuluh dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai pembimbing, pendidik, sekaligus penggerak moderasi beragama di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan berharap Penyuluh Agama Buddha semakin profesional, responsif, dan berdaya saing dalam menjalankan tugasnya. Upaya ini menjadi bagian dari implementasi nyata semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas, memperkuat pembinaan umat, serta memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera.

